Aset Rp43 Triliun Cetak Laba Tertinggi, Kinerja BPD Bali Dinilai Layak Jadi Contoh Nasional
JeettNews, Jakarta | Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menghadiri Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar...
Read moreJeettNews, Jakarta | Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menghadiri Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar...
Read moreJeettNews, Klungkung | Tingginya permintaan kain tenun tradisional Bali belum sepenuhnya mampu dipenuhi para pelaku usaha. Keterbatasan modal dan melonjaknya...
Read moreJeettNews, Denpasar | Sengketa kepemilikan tanah antara I Gusti Putu Susila, S.E. (50), dan I Gusti Putu Wirawan (59) kembali...
Read moreJeettNews, Jakarta | Trail running, hiking, hingga diving menjadi aktivitas yang semakin diminati karena menawarkan tantangan fisik sekaligus pengalaman eksplorasi. Namun,...
Read moreJeettNews, Jakarta | "Banyak yang salah jalan, tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Tegakkan hukum, sekalipun langit akan runtuh."...
Read moreJeettNews, Denpasar | Sengketa kepemilikan tanah antara I Gusti Putu Susila, S.E. (50), dan I Gusti Putu Wirawan (59) kembali...
Read moreJeettNews, Denpasar | Sengketa kepemilikan tanah antara I Gusti Putu Susila, S.E. (50), dan I Gusti Putu Wirawan (59) kembali...
Read moreJeettNews, Jakarta | Trail running, hiking, hingga diving menjadi aktivitas yang semakin diminati karena menawarkan tantangan fisik sekaligus pengalaman eksplorasi. Namun,...
Read moreJeettNews, Jakarta | "Banyak yang salah jalan, tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Tegakkan hukum, sekalipun langit akan runtuh."...
Read moreJeettNews, Gianyar | Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi BKS LPD se-Bali di Sekretariat...
Read moreJeettNews, Denpasar | Fraksi Gerindra DPRD Kota Denpasar melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota...
Read moreJeettNews, Denpasar | Komitmen memperkuat tata kelola pariwisata berkelanjutan di Indonesia kembali ditegaskan melalui Workshop Monitoring Centre Sustainable Tourism Observatory...
Read moreJeettNews, Jakarta | "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." — Ir. Soekarno Kutipan legendaris Proklamator RI di atas menemukan resonansi terkuatnya pada hari-hari ini. Pesan tentang beratnya melawan kebobrokan dari dalam tubuh bangsa sendiri itu kembali digaungkan secara lantang oleh Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok pada 10 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, dengan semangat dan gestur yang sangat meyakinkan Kepala Negara secara tegas meminta agar seluruh jajaran pejabat pemerintahan, mulai dari birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan untuk berani melakukan introspeksi diri secara mendalam. Arahan ini menjadi cambuk pengingat bahwa semua kewenangan dan atribut kehormatan sejatinya adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan untuk disalahgunakan. Pidato Presiden Prabowo tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak, seraya berharap agar pidato tersebut diwujudnyatakan dalam keseharian, sehingga korupsi di bumi Indonesia bisa diberantas setuntas- tuntasnya. Sejalan dengan semangat introspeksi tersebut, di tengah dinamika penegakan hukum yang kian memanas, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turut memberikan penekanan penting. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan korupsi di tingkat tinggi saat ini harus dijadikan momentum emas untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum, bukan justru menjadi ajang pelemahan. Habiburokhman mengingatkan dengan keras agar Polri, Kejaksaan Agung, dan TNI senantiasa menjaga soliditas yang utuh. Hal ini krusial untuk dipahami, mengingat rentetan perkara yang saat ini mengemuka murni melibatkan dugaan perbuatan menyimpang dari segelintir "oknum" pribadi, dan sama sekali tidak mencerminkan sikap maupun marwah institusi yang bersangkutan. Oleh karena itu, hari ini kita tidak lagi mengangkat bambu runcing melawan kolonialisme fisik, melainkan menghadapi penjajahan gaya baru yang bersarang tepat di jantung negara: penyelewengan kekuasaan, kejahatan kerah putih, dan korupsi yang justru didalangi oleh para “oknum” elit, khususnya mereka yang berseragam dan disumpah sebagai penegak hukum. Ketika "sapu" yang seharusnya digunakan untuk membersihkan kotoran justru menjadi sumber kotoran itu sendiri, kepada siapa lagi rakyat harus mengadu? Anatomi Kebobrokan: Mengapa Elit Penegak Hukum Tersesat? Fenomena oknum petinggi Kepolisian dan Kejaksaan yang terjerat pelanggaran hukum bukanlah hal yang baru dalam sejarah republik ini. Namun, eskalasi, modus operandi, dan nominal kejahatannya saat ini telah menyentuh batas nalar publik. Kita dihadapkan pada realitas empiris di mana oknum penegak hukum bukan lagi sekadar pasif menerima suap, melainkan dalam beberapa kasus bermutasi secara aktif menjadi beking mafia tambang ilegal, sindikat narkoba, hingga aktor intelektual dalam mega-korupsi uang negara. Pertanyaan mendasarnya: Mengapa para elit yang telah disumpah dan mencapai puncak karier ini justru tersesat sedemikian jauh? Jawabannya dapat dibedah melalui pisau analisis filsuf dan sejarawan Inggris, John Emerich Edward Dalberg-Acton atau yang lebih dikenal sebagai Lord Acton, melalui adagiumnya yang abadi: "Power tends ...
Read moreJeettNews, Denpasar | Ada banyak tempat makan di Kintamani. Ada pula restoran yang menawarkan panorama Gunung Batur. Namun hanya sedikit...
Read moreJeettNews, Denpasar | SMA Negeri 1 Denpasar atau SMANSA Denpasar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri...
Read moreJeettNews, Denpasar | SMAN 4 Denpasar kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sekolah yang dikenal dengan sebutan Foursma ini berhasil masuk dalam...
Read moreSelamat datang di JeettNews, media siber di mana berita disajikan dengan ketepatan makna, kecepatan penyampaian, dan akurasi yang terjaga.
JeettNews.com © 2026