JeettNews, Buleleng | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama kembali mendorong penguatan sektor pertanian di Kabupaten Buleleng. Sebanyak 82 subak dan kelompok tani menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih perkebunan dengan total nilai mencapai sekitar Rp3,49 miliar.
Bantuan tersebut diserahkan dalam rangka memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Buleleng, Minggu pagi (6/9/2026). “Bantuan yang kita serahkan hari ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian sekaligus upaya kita bersama untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Adi Wiryatama.
Bantuan pertama berupa 14 unit rice transplanter yang disalurkan kepada 14 subak di tujuh kecamatan, yakni Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Seririt dan Busungbiu. Alsintan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 950 petani dengan luas lahan 543,71 hektare. Nilai bantuan mencapai Rp1,089 miliar.
Adi Wiryatama mengatakan, rice transplanter diharapkan mempercepat proses tanam, mengurangi beban dan biaya tenaga kerja, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani padi. “Dengan pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat, kita berharap produktivitas pertanian di Kabupaten Buleleng dapat terus meningkat,” kata politisi senior asal Tabanan yang sempat menjabat Ketua DPRD Bali dan Bupati Tabanan dua periode ini.
Selain alsintan, sebanyak 55.000 bibit kelapa genjah juga disalurkan kepada 24 subak/kelompok tani di enam kecamatan, yakni Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar dan Seririt. Program tersebut mencakup 988 petani dengan target pengembangan lahan seluas 500 hektare. Nilai bantuan bibit kelapa genjah mencapai Rp650 juta.

Sementara itu, bantuan benih kopi robusta dan arabika mencapai 1.370.000 batang. Benih tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 1.350 hektare dan disalurkan kepada 44 subak/kelompok tani dengan melibatkan 1.805 petani. Nilai bantuan benih kopi mencapai Rp1,755 miliar.
Menurut Adi Wiryatama, bantuan perkebunan tersebut harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pemberian bibit. Komoditas kopi dan kelapa dinilai memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola secara berkelanjutan, mulai dari budidaya hingga pengolahan dan pemasaran. “Jangan hanya dilihat sebagai bantuan bibit semata, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Adi Wiryatama juga mengingatkan seluruh penerima agar bantuan dimanfaatkan secara tepat sasaran, dirawat dan dijaga dengan baik. Ia menegaskan keberhasilan program pertanian membutuhkan sinergi pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah dan petani.
Ia meminta kebutuhan maupun persoalan pertanian di Buleleng disampaikan secara aktif agar dapat diperjuangkan melalui program pemerintah. “Mari kita jadikan bantuan yang diserahkan hari ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat, produktivitas dan kemandirian petani Buleleng,” ujarnya.
Ia juga optimistis Buleleng dapat terus berkembang sebagai salah satu daerah pertanian yang produktif dan maju. Dengan sinergi yang kuat, sektor pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah pusat bersama DPR RI akan terus berupaya mendorong berbagai program yang berpihak kepada petani,” pungkasnya. tim/vin/jet
















