JeettNews, Bangli | Berawal dari mengandalkan penghasilan servis ponsel, I Wayan Kusuma Yudha membangun Yuda Cell di Bangli sejak 2005. Kini, usaha yang dirintis dari keterampilan otodidak itu berkembang menjadi bisnis penjualan dan perbaikan ponsel, penyediaan suku cadang, serta agen BRILink dengan enam pekerja. Untuk mendukung pengembangan usaha, Kusuma Yudha juga memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp500 juta dengan tenor empat tahun.
Kusuma Yudha membangun usahanya secara bertahap. Saat memulai bisnis di kawasan Bujangan, Bangli, ia belum memiliki toko dengan skala besar ataupun modal berlimpah. Kemampuan memperbaiki perangkat elektronik yang diasah dari hobi dan belajar kepada teman menjadi bekal utamanya.
Penghasilan dari servis kemudian dikumpulkan dan diputar kembali untuk menambah kemampuan usaha. Dari pekerjaan memperbaiki perangkat elektronik, ia melihat peluang di bisnis telepon seluler yang terus dibutuhkan masyarakat.
Pada 2010, fokus usaha mulai diarahkan pada penjualan dan servis ponsel. Yuda Cell pun berkembang dengan menyediakan aksesori serta berbagai suku cadang untuk kebutuhan perbaikan perangkat.
“Saya mulai dari kecil. Modalnya dari penghasilan servis sendiri, kemudian diputar lagi untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
Kelengkapan layanan menjadi bagian dari pengembangan bisnisnya. Selain melayani konsumen yang membeli atau memperbaiki ponsel, Yuda Cell juga menyediakan suku cadang bagi teknisi dan reseller. Pelanggan tidak hanya berasal dari pengguna ponsel, tetapi juga pelaku usaha yang membutuhkan komponen untuk menunjang pekerjaan mereka.
Kusuma Yudha kemudian memperluas kegiatan usaha dengan menjadi agen BRILink. Layanan transaksi keuangan tersebut menambah sumber aktivitas bisnis sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat di sekitar tempat usahanya.
Pelanggan BRILink berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha peternakan yang memanfaatkan layanan itu untuk membayar kebutuhan operasional, seperti pembelian pakan ternak dan angsuran.
Berada di lingkungan permukiman dan melayani pelanggan hingga malam hari, Yuda Cell menjadi salah satu tempat masyarakat melakukan transaksi ketika membutuhkan layanan di luar jam operasional pada umumnya. Bagi Kusuma Yudha, penambahan layanan ini merupakan upaya memperluas manfaat usaha sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan.
Dalam mengembangkan bisnisnya, Kusuma Yudha juga memanfaatkan fasilitas KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia mengungkapkan memperoleh pembiayaan Rp500 juta dengan tenor empat tahun untuk mendukung pengembangan Yuda Cell.
Dukungan pembiayaan itu menjadi tambahan modal di tengah perjalanan usaha yang selama ini dibangun secara bertahap. Kusuma Yudha berharap akses permodalan bagi UMKM terus berlanjut agar pelaku usaha lokal memiliki kesempatan memperbesar kapasitas bisnisnya.
“Harapannya ke depan BRI bisa semakin membantu usaha-usaha seperti kami,” katanya.
Kini, enam pekerja ikut mendukung operasional Yuda Cell, termasuk tenaga teknisi yang menangani perbaikan ponsel. Meski bisnisnya berkembang, Kusuma Yudha tetap terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari, baik melayani pelanggan maupun menjalankan layanan transaksi keuangan.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, termasuk menciptakan lapangan kerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Karena itu, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang, disertai pendampingan dan pemanfaatan layanan perbankan yang mendukung aktivitas bisnis mereka,” ujarnya.
Menurut Hery, perjalanan Yuda Cell memperlihatkan pentingnya konsistensi membangun usaha dan kemampuan membaca peluang pasar. Pengembangan layanan, termasuk pemanfaatan transaksi keuangan melalui BRILink, dapat menjadi salah satu cara bagi UMKM untuk memperluas jangkauan usaha.
Melalui pembiayaan dan layanan perbankan, BRI berharap semakin banyak pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas bisnis, membuka peluang kerja, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. tim/jet



















