JeettNews, Denpasar | Bank Mandiri menghadirkan layanan ATM Emas di Kantor Cabang (KC) Denpasar Udayana untuk mempermudah masyarakat mengambil emas fisik dari saldo Tabungan Emas melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Layanan ini memungkinkan nasabah mengonversi emas digital menjadi logam mulia batangan secara praktis.
Regional CEO (RCEO) Region XI Bali dan Nusa Tenggara Bank Mandiri, Alexander Jonathan Patty, mengatakan ATM Emas kini tersedia di 28 titik di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut di Bali diharapkan semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan kepemilikan dan pencetakan emas fisik.
“Melalui ATM Emas, Bank Mandiri menghadirkan pengalaman investasi emas yang tidak hanya mudah diakses secara digital, tetapi juga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas dalam bentuk fisik. Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap investasi emas,” ujar Alexander dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).
Layanan ATM Emas merupakan bagian dari pengembangan ekosistem bulion Bank Mandiri setelah perseroan memperoleh lisensi kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Mandiri menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh lisensi layanan emas, sekaligus memperluas akses investasi emas melalui layanan perbankan yang terintegrasi.
Untuk mengambil emas fisik melalui ATM Emas, nasabah cukup membuka menu Ambil Emas di aplikasi Livin’ by Mandiri, memilih opsi pengambilan melalui ATM, kemudian memindai kode QR pada mesin. Selanjutnya, nasabah mengikuti petunjuk di layar untuk menentukan pecahan emas dan memasukkan kode verifikasi. Setelah proses selesai, nasabah dapat mengambil emas fisik beserta struk transaksi.
Selain melalui ATM Emas, pengambilan logam mulia juga dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang yang ditunjuk Bank Mandiri.
Layanan emas ini terintegrasi dalam aplikasi Livin’ by Mandiri. Nasabah dapat membuka Tabungan Emas, melakukan transaksi pembelian dan penjualan, memanfaatkan fasilitas cicilan, hingga mengambil emas fisik melalui satu aplikasi. Transaksi digital tersedia secara real-time selama 24 jam sehingga nasabah memiliki fleksibilitas dalam mengelola investasinya.
Bank Mandiri menawarkan pembukaan Tabungan Emas dengan setoran awal sebesar 0,02 gram atau sekitar Rp50.000. Nasabah dapat memilih produk dari merek logam mulia, antara lain ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku. Pembelian berikutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000, sehingga investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing nasabah.
Nasabah juga dapat membeli dan menjual emas secara real-time serta memantau pergerakan harga melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur tersebut memungkinkan pengelolaan investasi emas dilakukan dalam satu platform digital tanpa harus berpindah aplikasi.
Bagi masyarakat yang ingin membangun kepemilikan emas melalui pembayaran bertahap, Bank Mandiri menyediakan KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas). Fasilitas ini menawarkan skema bunga ringan dan cicilan bersaing, dengan harga emas dikunci atau price lock pada saat pengajuan. Setelah cicilan lunas, emas menjadi saldo Tabungan Emas yang dapat ditransaksikan atau diambil dalam bentuk fisik.
Hingga Agustus 2026, Livin’ by Mandiri telah memiliki 42,1 juta pengguna terdaftar. Jumlah tersebut menjadi salah satu fondasi bagi Bank Mandiri untuk memperluas jangkauan layanan finansial digital, termasuk investasi emas.
Ke depan, Bank Mandiri menyiapkan sejumlah inovasi lanjutan untuk melengkapi ekosistem bulion. Inovasi tersebut meliputi Multiguna Emas untuk pengajuan pinjaman tunai dengan agunan emas, Autodebet Emas untuk memfasilitasi investasi rutin, serta Transfer Emas antar pengguna Livin’.
“Kami berharap inovasi ini dapat mendorong masyarakat untuk membangun aset secara bertahap sekaligus mendukung penguatan ekosistem bulion nasional, sejalan dengan semangat Bank Mandiri untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia,” pungkas Alexander. tim/jet



















