• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
JeetNews
Advertisement
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
JeetNews
No Result
View All Result
Home Ekonomi

SENTRIK Bangun Aplikasi Transportasi Hijau Berbasis Desa Adat di Bali

JeettNews by JeettNews
Januari 24, 2026
in Ekonomi
0
Ket foto: Seluruh driver yang terlibat wajib mengikuti aturan dan standar yang telah disepakati desa adat.
51
SHARES
241
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JeettNews, Badung | Bali sedang berada di persimpangan penting dalam sejarah pembangunannya. Di satu sisi, pariwisata terus tumbuh dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Di sisi lain, tekanan terhadap ruang hidup, lingkungan, dan tatanan sosial desa adat semakin berat. Kemacetan kronis, konflik transportasi, serta ketimpangan distribusi ekonomi menjadi persoalan yang kian nyata dirasakan masyarakat, terutama krama desa adat yang selama ini justru menjadi fondasi budaya Bali.

Jalan-jalan yang padat di kawasan Sarbagita Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan bukan sekadar soal lalu lintas. Ia adalah gejala dari sistem transportasi yang tumbuh tanpa kendali, tanpa integrasi, dan tanpa keberpihakan pada masyarakat lokal. Kendaraan bertambah, tetapi kualitas hidup menurun. Mobilitas meningkat, tetapi keadilan ekonomi justru tertinggal.

Di tengah situasi itulah PT Sentrik Persada Nusantara atau SENTRIK hadir dengan pendekatan yang berbeda. Perusahaan ini tidak sekadar menawarkan armada baru atau layanan transportasi alternatif, tetapi membangun sebuah aplikasi transportasi hijau yang dirancang khusus berbasis desa adat. Sebuah sistem digital yang mengintegrasikan teknologi, ekonomi komunitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem.

Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, S.H M.Si., menyebut bahwa Bali tidak sedang kekurangan inovasi, tetapi kehilangan arah dalam menata transportasi sebagai bagian dari peradaban.

“Transportasi di Bali selama ini diperlakukan seperti urusan teknis semata. Padahal ia menyentuh desa adat, ruang suci, ekonomi krama, bahkan martabat budaya. Kalau salah kelola, dampaknya panjang,” ujar Made Sudiana saat diwawancarai di Badung, Jumat 23 Januari 2026.

Menurutnya, aplikasi transportasi yang dibangun SENTRIK bukan sekadar platform pemesanan kendaraan. Ia adalah instrumen perubahan tata kelola. Teknologi diposisikan sebagai alat untuk mengembalikan peran desa adat dalam mengelola mobilitas dan ekonomi di wilayahnya sendiri.

Ket foto: Founder PT Sentrik Persada Nusantara (SENTRIK), I Made Sudiana, S.H M.Si., kerja sama mengelola transportasi berbasis desa adat.

Kemacetan yang terjadi hari ini, kata Made Sudiana, adalah akumulasi dari kebijakan yang memusatkan transportasi pada pasar bebas tanpa regulasi berbasis lokal. Jalan desa berubah fungsi menjadi koridor wisata. Aktivitas adat terganggu. Krama desa hanya menjadi penonton ketika wilayahnya menjadi pusat perputaran ekonomi besar. “Desa adat menanggung dampak, tapi tidak menikmati manfaat. Ini ketimpangan struktural yang harus dihentikan,” tegasnya.

Dari kegelisahan tersebut, SENTRIK merancang aplikasi transportasi hijau yang berangkat dari struktur sosial Bali. Aplikasi ini menghubungkan layanan transportasi desa adat dengan simpul mobilitas utama Bali, mulai dari kawasan wisata, pelabuhan, hingga bandara internasional. Seluruh layanan dikelola berbasis komunitas, bukan korporasi tunggal.

Dalam sistem ini, desa adat tidak ditempatkan sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama. Melalui BUPDA dan koperasi, desa adat mengelola armada, menentukan wilayah operasional, menetapkan standar layanan, serta mengawasi jalannya sistem melalui mekanisme adat. “Aplikasi ini kami bangun supaya desa adat berdaulat secara digital. Bukan sekadar ikut, tapi memimpin di wilayahnya sendiri,” kata Made Sudiana.

SENTRIK menyadari bahwa teknologi tanpa tata kelola hanya akan memindahkan masalah lama ke platform baru. Karena itu, aplikasi transportasi hijau ini dirancang dengan pendekatan ekosistem. Ia tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan pembiayaan, pelatihan, pengawasan sosial, dan nilai budaya.

Salah satu pilar utama sistem ini adalah keterlibatan krama desa adat dalam Koperasi Jasa Transportasi. Seluruh driver dan pelaku usaha transportasi tergabung dalam koperasi ini sebagai mitra usaha kolektif. Mereka mengelola layanan taksi, rental, travel, hingga feeder yang terhubung langsung dengan aplikasi SENTRIK.

Dengan struktur ini, ekonomi desa bergerak dari bawah. Pendapatan tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak, tetapi dibagi secara adil sesuai peran dan kontribusi. Keuntungan koperasi kembali ke desa dalam bentuk penguatan ekonomi lokal dan kegiatan adat. “Transportasi jangan jadi alat eksploitasi. Ia harus jadi alat pemerataan,” ujar Made Sudiana.

Aplikasi transportasi hijau SENTRIK juga menetapkan standar layanan yang ketat. Seluruh driver wajib mengikuti aturan sesuai standar desa adat. Salah satu ketentuan utama adalah kewajiban mengenakan pakaian adat Bali saat bertugas. “Driver itu representasi Bali. Mereka wajib pakai pakaian adat Bali, pakai destar, rapi, sopan. Ini identitas, bukan sekadar seragam,” tegas Made Sudiana.

Standar ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga etika pelayanan. Wisatawan yang menggunakan aplikasi SENTRIK tidak hanya mendapatkan layanan transportasi, tetapi juga pengalaman budaya sejak awal perjalanan. Nilai-nilai lokal hadir dalam sistem modern.

Dari sisi teknologi, aplikasi SENTRIK dilengkapi dengan fitur manajemen armada, pemetaan wilayah berbasis desa adat, sistem pembayaran digital, monitoring perjalanan, serta pelaporan transparan. Seluruh aktivitas terekam dan dapat diawasi secara kolektif oleh koperasi dan desa adat.

SENTRIK juga memfasilitasi pengadaan kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmen transportasi hijau. Skema pembiayaan dirancang ringan dan berkelanjutan, memanfaatkan KUR Hijau berbasis ekosistem desa adat. LPD Canggu menjadi mitra strategis dalam pembiayaan, mengingat kedekatan sosial dan pemahaman lokal yang dimilikinya. “Kredit itu tidak sekadar urusan bank. Ini urusan kepercayaan sosial. Kalau berbasis desa, risikonya justru lebih terkendali,” jelas Made Sudiana.

Aplikasi transportasi hijau SENTRIK tidak berhenti di desa. Sistem ini secara strategis dihubungkan dengan simpul transportasi utama Bali. SENTRIK telah menjalin kerja sama dengan Pelindo Benoa serta Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, khususnya di Terminal Internasional.

Melalui integrasi ini, wisatawan yang tiba di Bali dapat langsung mengakses layanan transportasi hijau berbasis desa adat melalui aplikasi. Mobilitas wisatawan terhubung langsung dengan ekonomi komunitas lokal, bukan sekadar jaringan transportasi konvensional. “Kalau bandara dan pelabuhan terhubung, desa adat tidak lagi di pinggiran. Mereka masuk ke arus utama,” kata Made Sudiana.

Desa Adat Canggu dipilih sebagai pilot project pengembangan aplikasi transportasi hijau ini. Wilayah ini menghadapi tekanan paling kompleks, mulai dari kepadatan lalu lintas, pertumbuhan akomodasi wisata, hingga konflik ruang. Namun di sisi lain, Canggu memiliki struktur desa adat yang kuat dan adaptif. “Canggu itu etalase Bali modern. Kalau sistem ini jalan di Canggu, artinya bisa jalan di tempat lain,” ujarnya.

Implementasi aplikasi ini juga disertai pelatihan intensif bagi krama desa. SENTRIK tidak hanya menyerahkan teknologi, tetapi mendampingi proses adaptasi. Pendampingan operasional, layanan purna jual, serta evaluasi berkala menjadi bagian dari komitmen jangka panjang.

Dalam perjalanannya, SENTRIK menyadari bahwa tantangan terbesar bukan teknologi, melainkan perubahan pola pikir. Dari individual ke kolektif, dari kompetisi ke kolaborasi, dari eksploitasi ke keberlanjutan.

Program ini dirancang dengan pemetaan risiko yang matang, mulai dari risiko operasional, sosial, hingga reputasi. Mekanisme adat justru menjadi instrumen mitigasi yang efektif. Paruman desa berfungsi sebagai ruang evaluasi, koreksi, dan legitimasi sosial.

Lebih dari sekadar aplikasi, transportasi hijau berbasis desa adat adalah upaya memulihkan keadilan ekonomi Bali. Krama desa tidak lagi menjadi penonton di tengah derasnya arus pariwisata, tetapi pelaku utama dalam sistem ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Transportasi menjadi pintu masuk untuk membuka akses permodalan, menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi, serta menjaga nilai budaya Bali agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Dengan membangun aplikasi transportasi hijau berbasis desa adat, SENTRIK menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus mengorbankan identitas lokal. Justru sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat kearifan lokal dan kedaulatan desa. “Bali tidak harus memilih antara modern dan tradisi. Keduanya bisa berjalan bersama kalau sistemnya adil,” tutup Made Sudiana.

SENTRIK mungkin bukan satu-satunya solusi atas persoalan transportasi Bali. Namun langkah yang diambilnya telah membuka jalan baru. Jalan menuju transportasi yang lebih hijau, lebih adil, dan berpijak pada desa adat sebagai jantung peradaban Bali. aka/ker/jet

Previous Post

SENTRIK Mengubah Krisis Transportasi Bali Menjadi Peluang Bisnis Desa Adat

Next Post

Gila!!! Desa Adat se-Bali Disiapkan Aplikasi Tri Hita Lawan Aplikator Asing

JeettNews

JeettNews

Related Posts

Samsung Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving, dan Kesehatan Preventif
Ekonomi

Samsung Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving, dan Kesehatan Preventif

Juli 25, 2026
BKS LPD Bali Optimistis Kinerja LPD Tetap Positif, Penguatan Regulasi dan SDM Dipercepat
Ekonomi

BKS LPD Bali Optimistis Kinerja LPD Tetap Positif, Penguatan Regulasi dan SDM Dipercepat

Juli 20, 2026
Suwastika Pertahankan Tradisi Membuat Tedung, BRImo Permudah Transaksi Usaha
Ekonomi

Suwastika Pertahankan Tradisi Membuat Tedung, BRImo Permudah Transaksi Usaha

Juni 20, 2026
Terus Banjir Pesanan, BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Tenun Ikat Bali untuk Jaga Warisan Budaya
Ekonomi

Terus Banjir Pesanan, BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Tenun Ikat Bali untuk Jaga Warisan Budaya

Juni 13, 2026
Aset Rp43 Triliun Cetak Laba Tertinggi, Kinerja BPD Bali Dinilai Layak Jadi Contoh Nasional
Ekonomi

Aset Rp43 Triliun Cetak Laba Tertinggi, Kinerja BPD Bali Dinilai Layak Jadi Contoh Nasional

Juni 5, 2026
Semangat Berbagi HUT ke-28 Bank Mandiri, Paket Makanan Rp1 Diserbu Masyarakat Denpasar
Ekonomi

Semangat Berbagi HUT ke-28 Bank Mandiri, Paket Makanan Rp1 Diserbu Masyarakat Denpasar

Juni 3, 2026
Next Post
Gila!!! Desa Adat se-Bali Disiapkan Aplikasi Tri Hita Lawan Aplikator Asing

Gila!!! Desa Adat se-Bali Disiapkan Aplikasi Tri Hita Lawan Aplikator Asing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

April 24, 2026
Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Mei 11, 2026
Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

November 19, 2025
Pekerja Bali Ditindas, Disnaker Bersama Ormas ARUN Bongkar Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Bule Australia

Pekerja Bali Ditindas, Disnaker Bersama Ormas ARUN Bongkar Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Bule Australia

April 8, 2026
Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

0
Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

0
Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

0
Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

0
Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha

Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha

Juli 30, 2026
VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

Juli 29, 2026
Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Juli 29, 2026
Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Juli 27, 2026

Recent News

Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha

Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha

Juli 30, 2026
VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

Juli 29, 2026
Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Juli 29, 2026
Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Juli 27, 2026

TENTANG JEETT NEWS

Selamat datang di JeettNews, media siber di mana berita disajikan dengan ketepatan makna, kecepatan penyampaian, dan akurasi yang terjaga.

ALAMAT REDAKSI

Jln. Cargo Kenanga XX No.8, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali 80116.
Telp. : 088908012021

REDAKSI

Susunan Redaksi

Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

JeettNews.com © 2026

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup

JeettNews.com © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In