• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
JeetNews
Advertisement
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
JeetNews
No Result
View All Result
Home Ekonomi

SENTRIK Mengubah Krisis Transportasi Bali Menjadi Peluang Bisnis Desa Adat

JeettNews by JeettNews
Januari 24, 2026
in Ekonomi
0
SENTRIK Mengubah Krisis Transportasi Bali Menjadi Peluang Bisnis Desa Adat
Ket foto: Founder PT Sentrik Persada Nusantara (SENTRIK), I Made Sudiana, S.H M.Si., kerja sama mengelola transportasi berbasis desa adat.

Ket foto: Founder PT Sentrik Persada Nusantara (SENTRIK), I Made Sudiana, S.H M.Si., kerja sama mengelola transportasi berbasis desa adat.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JeettNews, Badung | Pulau Bali terus bergerak cepat. Arus manusia dan kendaraan mengalir nyaris tanpa henti dari pagi hingga malam. Namun di balik gemerlap pariwisata dan citra global sebagai destinasi kelas dunia, Bali diam diam memikul beban besar bernama krisis transportasi. Kemacetan tidak lagi hadir sesekali. Ia telah menjadi wajah keseharian.

Kawasan Sarbagita yang mencakup Denpasar Badung Gianyar dan Tabanan kini menjelma simpul kepadatan kendaraan yang nyaris tanpa jeda. Jalan jalan utama sesak. Jalan desa yang dahulu lengang berubah fungsi menjadi jalur utama lalu lintas wisata dan mobilitas ekonomi. Pertumbuhan kendaraan pribadi melesat jauh melampaui kemampuan infrastruktur menyesuaikan diri.

Di tengah kondisi itu transportasi tak lagi sekadar persoalan teknis. Ia menjelma persoalan sosial budaya ekonomi dan lingkungan yang saling berkelindan. Desa adat sebagai fondasi kehidupan Bali justru menjadi pihak yang paling terdampak. Aktivitas adat kerap terganggu. Kawasan suci terpapar kebisingan dan polusi. Krama desa perlahan kehilangan ruang hidup yang layak dan bermartabat.

Ditemui di Badung, pada Jumat, 23 Januari 2026, Founder PT Sentrik Persada Nusantara (SENTRIK), I Made Sudiana, S.H., M.Si., memandang situasi ini sebagai sinyal bahaya yang tak boleh diabaikan. Bagi SENTRIK krisis transportasi Bali bukan semata soal macet tetapi pertanda bahwa sistem pembangunan telah berjalan tanpa keseimbangan dan tanpa akar sosial yang kuat.

Made Sudiana menilai Bali selama ini terlalu bergantung pada pendekatan konvensional dalam mengelola transportasi. Jumlah kendaraan terus bertambah namun tata kelola tak pernah benar benar dibenahi. Transportasi publik berjalan sendiri tanpa integrasi. Regulasi kerap tertinggal dari realitas lapangan. Dalam situasi seperti itu kendaraan pribadi menjadi pilihan utama karena sistem alternatif tidak tersedia secara layak aman dan nyaman.

Dampaknya merembet ke mana mana. Ruang publik tergerus. Waktu produktif masyarakat habis di jalan. Biaya ekonomi melonjak akibat pemborosan energi dan inefisiensi logistik. Produktivitas tenaga kerja menurun. Pelaku UMKM pariwisata ikut merasakan tekanan karena keterlambatan distribusi dan menurunnya kualitas pengalaman wisatawan.

Bali seolah berjalan di tempat namun dengan beban yang kian berat. Jika pola ini terus dipertahankan maka keunggulan kompetitif Bali sebagai destinasi budaya dan pariwisata berkelanjutan akan terkikis secara perlahan namun pasti.

Di Bali transportasi tidak pernah berdiri sendiri. Jalan bukan hanya jalur kendaraan tetapi juga ruang sosial dan spiritual. Ketika lalu lintas tak terkendali maka upacara adat terganggu. Prosesi keagamaan terhambat. Kawasan suci kehilangan kesakralannya akibat kebisingan dan polusi.

Menurut Made Sudiana inilah titik kritis yang kerap luput dari perhitungan kebijakan. Transportasi diperlakukan semata sebagai urusan ekonomi dan mobilitas tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap tatanan adat dan nilai spiritual masyarakat Bali. Padahal di pulau ini keseimbangan antara ruang fisik dan ruang batin adalah kunci keberlanjutan.

Jika desa adat terus terdesak oleh kepentingan lalu lintas dan pariwisata masif maka Bali bukan hanya kehilangan kenyamanan hidup warganya tetapi juga kehilangan identitasnya di mata dunia.

Krisis transportasi juga memunculkan konflik sosial yang semakin nyata. Ketidakjelasan aturan transportasi daring memicu gesekan antara transportasi lokal dan pelaku berbasis aplikasi. Maraknya transportasi ilegal menimbulkan rasa tidak aman dan ketidakpastian. Potensi konflik dan kriminalitas meningkat. Citra pariwisata Bali ikut terancam.

Made Sudiana menilai konflik ini bukan disebabkan oleh teknologi semata melainkan oleh absennya tata kelola yang adil dan berpihak pada komunitas lokal. Ketika desa adat tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan maka ketegangan sosial menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Berangkat dari kegelisahan itulah SENTRIK hadir dengan sudut pandang berbeda. Bagi SENTRIK solusi transportasi Bali tidak boleh dilepaskan dari struktur sosial desa adat. Transportasi harus dilihat sebagai alat pemberdayaan bukan sekadar sarana mobilitas.

Made Sudiana menegaskan bahwa desa adat memiliki modal sosial yang sangat kuat. Ada gotong royong. Ada paruman. Ada nilai pawongan palemahan dan parahyangan yang hidup dalam keseharian krama. Nilai nilai inilah yang semestinya menjadi fondasi dalam merancang sistem transportasi masa depan Bali.

Dalam konteks inilah SENTRIK membaca krisis sebagai peluang. Ketika desa adat dilibatkan sebagai aktor utama maka transportasi tidak hanya menjadi solusi kemacetan tetapi juga sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.

Di tengah tekanan global terhadap isu lingkungan transportasi hijau menjadi keniscayaan. Namun bagi SENTRIK transportasi hijau tidak boleh berhenti pada pergantian teknologi kendaraan. Ia harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa adat yang adil dan berpihak pada krama.

Made Sudiana melihat transportasi hijau sebagai peluang bisnis berbasis komunitas. Kendaraan ramah lingkungan yang dikelola desa adat dapat membuka lapangan kerja baru. Memberi nilai tambah ekonomi. Mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Sekaligus menjaga harmoni dengan lingkungan dan budaya.

Untuk mewujudkan itu diperlukan pendekatan yang berani dan berbeda dari arus utama. Diperlukan sistem yang terintegrasi. Skema pembiayaan yang adil. Tata kelola yang transparan. Dan yang terpenting pelibatan desa adat sebagai pengambil keputusan sejak tahap perencanaan.

Selama ini desa adat kerap diposisikan sebagai objek pembangunan. Jalan dibangun melintasi wilayah adat tanpa dialog yang memadai. Kebijakan transportasi ditetapkan tanpa melibatkan prajuru desa. Akibatnya banyak program berumur pendek dan minim legitimasi sosial.

SENTRIK menolak pendekatan tersebut. Bagi Made Sudiana desa adat harus menjadi subjek. Terlibat sejak perencanaan pelaksanaan hingga pengawasan. Desa adat bukan penghambat modernisasi melainkan penjaga keseimbangan antara kemajuan dan keberlanjutan.

Ketika desa adat diberi peran yang jelas maka legitimasi sosial terbentuk. Konflik dapat dicegah. Program memiliki daya tahan jangka panjang.

Kawasan Canggu di Kuta Utara Badung menjadi cermin paling nyata dari krisis transportasi Bali. Pertumbuhan akomodasi wisata yang masif membuat tekanan lalu lintas meningkat tajam. Jalan desa yang sempit dipaksa menampung arus kendaraan wisatawan dan pekerja.

Namun di balik kompleksitas itu Canggu juga menyimpan harapan. Struktur desa adat masih relatif kuat. BUPDA tetap aktif. Partisipasi krama desa tinggi. Inilah yang membuat SENTRIK melihat Canggu bukan hanya sebagai kawasan bermasalah tetapi sebagai ruang uji solusi.

Menurut Made Sudiana justru di titik krisis itulah model transportasi hijau berbasis desa adat harus diuji. Jika berhasil di Canggu maka model tersebut sangat mungkin direplikasi ke wilayah lain di Bali bahkan ke daerah pariwisata di Indonesia.

Krisis transportasi juga berdampak langsung pada ekonomi krama adat. Transportasi lokal konvensional semakin terpinggirkan. Ruang usaha menyempit. Sementara investasi besar kerap tidak memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat desa.

SENTRIK melihat peluang untuk membalik keadaan. Transportasi tidak lagi diposisikan sebagai beban tetapi sebagai sektor ekonomi produktif yang dapat dikelola krama adat secara kolektif profesional dan berkelanjutan.

Lebih jauh Made Sudiana memandang transportasi hijau berbasis desa adat sebagai ruang rekonsiliasi. Rekonsiliasi antara modernitas dan tradisi. Antara teknologi dan budaya. Antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini jarang dibicarakan namun justru menjadi kunci keberlanjutan Bali.

Bali tidak kekurangan konsep dan wacana. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menata ulang arah pembangunan dengan desa adat sebagai pusatnya. SENTRIK melalui gagasan dan inisiatifnya mencoba membuka ruang dialog baru.

Krisis transportasi Bali bukan akhir dari segalanya. Ia bisa menjadi pintu masuk menuju peluang bisnis desa adat. Bahwa kendaraan bisa menjadi alat harmoni bukan sumber disharmoni. Dan bahwa teknologi dapat memperkuat kearifan lokal tanpa menggerus jati diri Bali. aka/ker/jet

Previous Post

Akali Pajak Bertahun-Tahun, Bos Perusahaan Konstruksi Diborgol DJP Bali

Next Post

SENTRIK Bangun Aplikasi Transportasi Hijau Berbasis Desa Adat di Bali

JeettNews

JeettNews

Related Posts

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial
Ekonomi

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Siap Gelar Gathering Akbar 2026, BPR Kanti Perkuat Transformasi Budaya Kerja dan Sinergi Stakeholder
Ekonomi

Siap Gelar Gathering Akbar 2026, BPR Kanti Perkuat Transformasi Budaya Kerja dan Sinergi Stakeholder

Mei 30, 2026
KUR BRI Jadi Nafas Baru Sentra Pemindangan Kusamba, Ratusan Keranjang Ikan Diproduksi Setiap Hari
Ekonomi

KUR BRI Jadi Nafas Baru Sentra Pemindangan Kusamba, Ratusan Keranjang Ikan Diproduksi Setiap Hari

Mei 26, 2026
Dari Sawah Tabanan, Kartini Muda Ini Buktikan Bertani Bisa Modern dan Menguntungkan Lewat BRImo
Ekonomi

Dari Sawah Tabanan, Kartini Muda Ini Buktikan Bertani Bisa Modern dan Menguntungkan Lewat BRImo

April 22, 2026
BRI Tancap Gas Biayai Pertanian Organik, Petani Paprika Tabanan Sukses Tembus Pasar Premium
Ekonomi

BRI Tancap Gas Biayai Pertanian Organik, Petani Paprika Tabanan Sukses Tembus Pasar Premium

April 16, 2026
Dari Karyawan Jadi Pengusaha Sukses, Gus Adi Tumbuh Lewat  Modal KUR dan BRImo BRI
Ekonomi

Dari Karyawan Jadi Pengusaha Sukses, Gus Adi Tumbuh Lewat  Modal KUR dan BRImo BRI

April 12, 2026
Next Post
SENTRIK Bangun Aplikasi Transportasi Hijau Berbasis Desa Adat di Bali

SENTRIK Bangun Aplikasi Transportasi Hijau Berbasis Desa Adat di Bali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

April 24, 2026
Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Mei 11, 2026
Skandal Bansos Badung, Ormas Arun Bali Bongkar Dugaan Orang Kaya Terima Bantuan THR

ARUN Bali Kritik Unud, Penelitian “Doktor LPD” Tak Mampu Cegah Dana Nasabah Hilang

April 24, 2026
Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

November 19, 2025
Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

0
Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

0
Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

0
Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

0
Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

Mei 30, 2026

Recent News

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

Mei 30, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olagraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Seni dan Budaya
  • Teknologi
  • Wisata

Recent News

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 JeettNews.cm

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup

© 2026 JeettNews.cm

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In