• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juli 29, 2026
  • Login
JeetNews
Advertisement
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
JeetNews
No Result
View All Result
Home Teknologi

Rekayasa Kenyamanan Termal, Penelitian Lama Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bisa Jadi “AC Alami”

JeettNews by JeettNews
Mei 23, 2026
in Teknologi
0
Ket foto: I Wayan Surnantaka, S.T., M.M.,  Alumnus Magister Manajemen FEB Universitas Udayana, Jurnalis  dan Peneliti Manajemen Strategis, Teknologi, serta Dinamika Sumber Daya Manusia.
51
SHARES
244
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JeettNews, Denpassr | Semakin sempitnya lahan perkotaan menyebabkan banyak orang mulai melirik ruang bawah tanah sebagai solusi tambahan ruang bangunan. Dulu basement identik hanya sebagai tempat parkir kendaraan atau gudang penyimpanan barang. Namun sekarang, ruang bawah tanah sudah mulai dimanfaatkan sebagai ruang kerja, studio musik, ruang arsip, tempat usaha, bahkan ruang tinggal.

Namun masalahnya ruang bawah tanah sering terasa pengap, lembab, panas, dan tidak nyaman. Tidak sedikit bangunan basement yang akhirnya bergantung penuh pada pendingin udara atau exhaust fan agar ruang tetap nyaman ditempati. Akibatnya konsumsi listrik meningkat dan biaya operasional bangunan menjadi mahal. Padahal sebenarnya ada cara lain yang lebih sederhana dan lebih hemat energi, yakni melalui pengaturan kombinasi material bangunan dan sirkulasi udara.

Kajian mengenai hal tersebut ternyata pernah diteliti cukup lama oleh I Wayan Surnantaka melalui tulisan skripsi berjudul “Desain Kombinasi Material Dinding Bangunan untuk Memperoleh Kenyamanan Termal dalam Ruang Bawah Tanah” di Universitas Udayana tahun 2002 pada bidang Teknik Mesin Fakultas Teknik.

Penelitian itu boleh dibilang cukup maju pada masanya. Sebab saat banyak orang masih fokus pada kekuatan struktur bangunan, penelitian ini justru melihat sisi lain yang jarang diperhatikan, yakni bagaimana dinding bangunan dapat mempengaruhi rasa nyaman manusia di dalam ruangan.

Penelitian tersebut mencoba mengkaji beberapa jenis material yang umum digunakan masyarakat seperti batako, batu bata merah, dan batu palimanan. Ketiga material itu diuji baik secara terpisah maupun dikombinasikan untuk melihat mana yang paling mampu menciptakan suhu ruang yang nyaman di dalam basement.

Hasilnya ternyata cukup menarik. Batako memang mampu mengurangi panas karena memiliki rongga udara di dalamnya. Rongga tersebut bekerja seperti lapisan penahan panas sehingga suhu luar tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Namun kelemahannya, ruangan cenderung terasa lebih lembab.

Sementara batu bata merah menunjukkan karakter berbeda. Material ini mampu menyerap panas lalu melepaskannya secara perlahan. Akibatnya suhu ruangan menjadi lebih stabil dan tidak mudah berubah drastis antara siang dan malam. Yang paling menarik justru batu palimanan. Batu alam yang selama ini lebih dikenal sebagai material pelapis bangunan ternyata memiliki kemampuan alami menciptakan efek dingin pada ruang. Permukaan batu tidak cepat menyerap panas sehingga ruangan terasa lebih sejuk.

Tetapi penelitian tersebut menemukan bahwa tidak ada satu material yang benar-benar sempurna bila digunakan sendirian. Hasil terbaik justru muncul ketika ketiga material itu digabungkan. Dalam penelitian tersebut, kombinasi paling efektif diperoleh dengan susunan batu palimanan di bagian luar, batako di bagian tengah, dan batu bata merah di bagian dalam ruangan. Kombinasi ini bekerja seperti sistem perlindungan berlapis terhadap panas.

Batu palimanan bertugas menghadang panas dari luar. Batako memperlambat perpindahan panas agar tidak langsung masuk ke ruang. Sementara batu bata merah menjaga suhu ruang tetap stabil sehingga tidak mudah berubah drastis. Namun penelitian itu tidak berhenti hanya pada material dinding saja.

Hal yang cukup menarik, penelitian tersebut juga menggunakan pendekatan simulasi komputer untuk menghitung kecepatan aliran udara ideal di dalam ruang bawah tanah. Pada tahun 2002, pendekatan seperti ini masih tergolong jarang digunakan dalam penelitian bangunan di daerah.

Melalui perhitungan program komputer, ditemukan bahwa kenyamanan ruang ternyata sangat dipengaruhi oleh sirkulasi udara. Bila udara bergerak terlalu lambat, kelembaban meningkat dan ruang menjadi pengap. Tetapi bila udara terlalu cepat, suhu ruangan justru menjadi tidak stabil dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Karena itu diperlukan kecepatan aliran udara yang ideal agar temperatur ruang tetap nyaman dan kelembaban dapat dikendalikan secara alami. Penelitian ini sebenarnya memberikan pesan sederhana, tetapi penting, yakni bangunan yang nyaman tidak selalu harus bergantung pada AC.

Selama ini banyak bangunan modern lebih mengejar tampilan mewah dan desain visual tanpa memperhatikan perilaku panas di dalam ruang. Akibatnya bangunan terlihat modern tetapi boros energi dan kurang nyaman dihuni. Padahal sejak lama arsitektur tropis sudah mengenal konsep bangunan yang “bernapas”, yakni bangunan yang mampu menyesuaikan diri dengan iklim melalui pemilihan material dan pengaturan ventilasi.

Apa yang diteliti dalam tesis ini kini justru menjadi konsep penting dalam pembangunan modern berkelanjutan atau green building. Dunia konstruksi mulai sadar bahwa penghematan energi tidak cukup hanya dengan teknologi mahal, tetapi juga harus dimulai dari kecerdasan memilih material bangunan.

Dalam konteks Bali maupun Indonesia yang beriklim tropis, penelitian seperti ini menjadi sangat relevan. Cuaca panas dan tingkat kelembaban tinggi membuat desain bangunan tidak bisa disamakan dengan negara empat musim. Karena itu penggunaan material lokal seperti batu bata merah dan batu palimanan sebenarnya memiliki potensi besar untuk menciptakan bangunan yang lebih nyaman dan hemat energi.

Yang lebih menarik lagi, konsep seperti ini ternyata memang sudah banyak diterapkan pada bangunan bawah tanah di berbagai negara. Di Iran misalnya, bangunan rumah bawah tanah tradisional sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu untuk menghadapi suhu gurun yang sangat panas. Dinding batu tebal dan tanah di sekitar bangunan bekerja sebagai penahan panas alami sehingga suhu di dalam ruangan tetap stabil meskipun cuaca luar sangat panas.

Penelitian modern bahkan menyebut bangunan bawah tanah di kawasan panas-kering memiliki performa termal lebih baik dibanding bangunan di permukaan tanah. Di Timur Tengah dan kawasan gurun lainnya, ruang bawah tanah juga dipadukan dengan ventilasi alami untuk menciptakan efek pendinginan tanpa pendingin udara. Udara dingin dari bawah tanah dialirkan ke ruang utama melalui sistem ventilasi tertentu sehingga ruangan tetap nyaman.

Konsep serupa juga digunakan pada wine cellar atau ruang penyimpanan anggur bawah tanah di Eropa. Bangunan tersebut sengaja menggunakan dinding batu tebal dan kelembaban alami tanah untuk menjaga suhu ruang tetap stabil sepanjang tahun tanpa pendingin buatan.

Bahkan penelitian terbaru tentang ruang perlindungan bawah tanah atau underground refuge chamber menunjukkan bahwa material batu di sekitar ruang bawah tanah sangat mempengaruhi kenyamanan termal. Penelitian tersebut menggunakan simulasi komputer untuk menghitung hubungan antara material batu, suhu ruang, dan kecepatan ventilasi udara agar manusia tetap nyaman berada di ruang bawah tanah.

Artinya, apa yang pernah dikaji dalam tesis tersebut ternyata sejalan dengan perkembangan penelitian dunia saat ini. Konsep penggunaan material berlapis untuk mengontrol panas memang terbukti efektif pada bangunan bawah tanah. Batu alam atau material bermassa besar bekerja menahan perubahan suhu secara perlahan, sedangkan ventilasi udara menjaga kelembaban dan sirkulasi tetap stabil.

Dalam penelitian tersebut, kombinasi paling efektif diperoleh dengan susunan batu palimanan di bagian luar, batako di bagian tengah, dan batu bata merah di bagian dalam ruang. Kombinasi itu bekerja seperti sistem penahan panas bertingkat. Batu palimanan menghadang panas dari luar. Batako memperlambat perpindahan panas, sementara batu bata merah menjaga kestabilan suhu di dalam ruang.

Ditambah lagi dengan pengaturan kecepatan aliran udara hasil simulasi komputer, ruang bawah tanah dapat terasa lebih nyaman tanpa ketergantungan besar terhadap AC. Kini konsep seperti itu justru menjadi bagian penting dari tren green building atau bangunan hemat energi. Banyak arsitek modern mulai kembali memanfaatkan material alami, massa termal tanah, dan ventilasi pasif untuk mengurangi penggunaan energi pendingin ruangan.

Dengan kata lain, penelitian lama tersebut ternyata tidak sekadar teori akademik. Prinsip-prinsipnya sudah banyak diterapkan pada bangunan bawah tanah di berbagai negara dan semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan bangunan hemat energi saat ini. ***

Oleh: I Wayan Surnantaka, S.T., M.M.,  Alumnus Magister Manajemen FEB Universitas Udayana, Jurnalis  dan Peneliti Manajemen Strategis, Teknologi, serta Dinamika Sumber Daya Manusia. 

Previous Post

Apresiasi dan Catatan Kritis atas Pidato Presiden Prabowo tentang Kebijakan Ekonomi Makro dan Fiskal: Menatap Peluang, Memperkuat Ketahanan Bangsa

Next Post

KUR BRI Jadi Nafas Baru Sentra Pemindangan Kusamba, Ratusan Keranjang Ikan Diproduksi Setiap Hari

JeettNews

JeettNews

Related Posts

Made Hiroki Rampungkan Mesin Pengolah Sampah “Solusi Aksara”, Siap Uji Operasi dalam Dua Bulan Mendatang
Teknologi

Made Hiroki Rampungkan Mesin Pengolah Sampah “Solusi Aksara”, Siap Uji Operasi dalam Dua Bulan Mendatang

Juni 13, 2026
Ojol TriHita Bergerak di Bali, Desa Adat Siap Kelola Transportasi Mandiri
Teknologi

Ojol TriHita Bergerak di Bali, Desa Adat Siap Kelola Transportasi Mandiri

Mei 26, 2026
TRIHITA Resmi Mengaspal di Bali, Desa Adat Bergerak Total Hadapi Dominasi Aplikator Besar
Teknologi

TRIHITA Resmi Mengaspal di Bali, Desa Adat Bergerak Total Hadapi Dominasi Aplikator Besar

Mei 16, 2026
Aplikasi Tri Hita Trans Siap Tancap Gas Terintegrasi Desa Adat Se-Bali
Teknologi

Aplikasi TRIHITA Trans Siap Diluncurkan, Ubah Sistem Transportasi dan Ekonomi Desa Adat

Mei 14, 2026
Pesan Gubernur Koster di Manis Kuningan
Teknologi

Koster Siap Resmikan Tri Hita Trans, Aplikasi Transportasi Lokal Berbasis Desa Adat Segera Diluncurkan

Mei 1, 2026
16 Mei 2026 Tri Hita Trans Siap Diluncurkan, Driver Lokal dan Desa Adat Bergerak Serentak
Teknologi

16 Mei 2026 Tri Hita Trans Siap Diluncurkan, Driver Lokal dan Desa Adat Bergerak Serentak

April 21, 2026
Next Post
KUR BRI Jadi Nafas Baru Sentra Pemindangan Kusamba, Ratusan Keranjang Ikan Diproduksi Setiap Hari

KUR BRI Jadi Nafas Baru Sentra Pemindangan Kusamba, Ratusan Keranjang Ikan Diproduksi Setiap Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

April 24, 2026
Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Mei 11, 2026
Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

November 19, 2025
Pekerja Bali Ditindas, Disnaker Bersama Ormas ARUN Bongkar Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Bule Australia

Pekerja Bali Ditindas, Disnaker Bersama Ormas ARUN Bongkar Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Bule Australia

April 8, 2026
Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

0
Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

0
Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

0
Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

0
VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

Juli 29, 2026
Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Juli 29, 2026
Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Juli 27, 2026
Samsung Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving, dan Kesehatan Preventif

Samsung Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving, dan Kesehatan Preventif

Juli 25, 2026

Recent News

VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

VinFast Buka Showroom Motor Listrik di Canggu, Target 300 Unit dan 5.000 Titik Pengisian Baterai

Juli 29, 2026
Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Duka Korban Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ayam, Sudirta Minta Hukum Tegak dan Anak Korban Tetap Sekolah

Juli 29, 2026
Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Penggugat Berstatus Tersangka, Sengketa SHM I Gusti Putu Wirawan Berlanjut di PN Denpasar

Juli 27, 2026
Samsung Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving, dan Kesehatan Preventif

Samsung Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving, dan Kesehatan Preventif

Juli 25, 2026

TENTANG JEETT NEWS

Selamat datang di JeettNews, media siber di mana berita disajikan dengan ketepatan makna, kecepatan penyampaian, dan akurasi yang terjaga.

ALAMAT REDAKSI

Jln. Cargo Kenanga XX No.8, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali 80116.
Telp. : 088908012021

REDAKSI

Susunan Redaksi

Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

JeettNews.com © 2026

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup

JeettNews.com © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In