• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
JeetNews
Advertisement
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
JeetNews
No Result
View All Result
Home Teknologi

16 Mei 2026 Tri Hita Trans Siap Diluncurkan, Driver Lokal dan Desa Adat Bergerak Serentak

JeettNews by JeettNews
April 21, 2026
in Teknologi
0
16 Mei 2026 Tri Hita Trans Siap Diluncurkan, Driver Lokal dan Desa Adat Bergerak Serentak
Ket foto: Tri Hita Trans siap diluncurkan Sabtu, 16 Mei 2026.

Ket foto: Tri Hita Trans siap diluncurkan Sabtu, 16 Mei 2026.

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JeettNews, Badung | Dinamika panjang sektor transportasi pariwisata Bali akhirnya mencapai titik yang tidak bisa lagi ditoleransi. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan konflik, ketimpangan, dan dominasi sistem yang tidak berpihak, desa adat bersama para pelaku transportasi lokal mulai menyatukan langkah. Dalam momentum konsolidasi yang menguat, Tri Hita Trans yang siap diluncurkan Sabtu, 16 Mei 2026 muncul bukan sekadar sebagai aplikasi, tetapi sebagai simbol perlawanan terhadap sistem lama yang dinilai tidak adil.

Suara paling jujur datang langsung dari lapangan. Ketua Transport Desa Adat Canggu, I Wayan Tono, secara terbuka membeberkan realitas yang selama ini dialami oleh para driver lokal. Baginya, persoalan transportasi di Bali tidak bisa lagi dilihat secara parsial. Ini bukan sekadar soal tarif atau teknologi, tetapi soal struktur ekonomi yang timpang.

Ia menegaskan bahwa selama ini banyak pihak hanya fokus pada angka berapa persen pembagian hasil, berapa tarif perjalanan tanpa menyentuh akar persoalan yang sebenarnya. “Kalau kita bicara jujur, ini bukan soal 20 persen atau 50 persen. Ini soal bagaimana sistem ini dibentuk sejak awal. Siapa yang menguasai, siapa yang menikmati hasilnya,” tegasnya.

Menurut Tono, sistem transportasi yang berkembang selama ini cenderung mengarah pada pola yang terpusat. Kekuatan ekonomi besar, yang ia sebut sebagai bentuk konglomerasi, secara perlahan menguasai pasar. Dalam kondisi seperti itu, pelaku lokal hanya menjadi bagian kecil dari rantai panjang yang tidak mereka kendalikan. “Semua sudah seperti terstruktur. Yang besar semakin besar. Yang kecil hanya ikut arus,” ujarnya.

Ket foto: Tampilan aplikasi Tri Hita Trans pada layar ponsel pintar sebagai platform transportasi digital yang siap terintegrasi dengan desa adat se-Bali.

Kondisi ini membuat posisi driver lokal menjadi sangat lemah. Mereka tidak hanya bersaing dengan sesama, tetapi juga menghadapi sistem yang tidak memberikan ruang yang adil. Dalam situasi seperti itu, bertahan hidup menjadi tantangan tersendiri. Tono menggambarkan keseharian para driver sebagai perjuangan tanpa kepastian. Mereka harus bekerja dari pagi hingga dini hari, menghadapi tekanan, ketidakpastian order, hingga konflik di lapangan.

“Banyak teman-teman kita yang kerja dari pagi sampai malam, bahkan sampai jam tiga atau empat pagi. Tapi hasilnya belum tentu cukup,” ungkapnya. Tekanan tersebut, lanjutnya, sering kali memicu munculnya praktik-praktik yang sebenarnya tidak diinginkan. Salah satunya adalah praktik penentuan harga di luar sistem aplikasi atau yang sering disebut “order tembak”. Ia tidak menutup mata bahwa praktik ini terjadi. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan akibat dari sistem yang tidak sehat.

“Kalau sistemnya tidak memberikan ruang yang adil, orang akan cari cara sendiri untuk bertahan. Itu yang terjadi,” katanya. Selain itu, ia juga menyoroti maraknya kendaraan yang beroperasi tanpa sistem yang jelas. Banyak kendaraan yang tidak terdaftar atau tidak memiliki legitimasi, tetapi tetap beroperasi di lapangan. Hal ini semakin memperburuk situasi karena menciptakan persaingan yang tidak seimbang. “Kalau semua bisa masuk tanpa aturan yang jelas, ya pasti kacau. Tidak ada kontrol,” ujarnya.

Lebih jauh, Tono mengungkapkan bahwa konflik di lapangan bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi sudah menyentuh aspek sosial. Rasa keadilan menjadi isu utama. Banyak driver lokal merasa kehilangan ruang di wilayahnya sendiri. Ia bahkan menyinggung kondisi di kawasan Canggu, di mana akses bagi driver lokal sering kali terbatas. “Kadang kita sendiri di wilayah kita, malah sulit bergerak. Ini yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Dalam kondisi seperti itu, ia melihat Tri Hita Trans sebagai peluang untuk melakukan perubahan mendasar. Bukan sekadar memperbaiki sistem, tetapi mengembalikan kendali kepada masyarakat lokal. “Harapannya jelas. Kita ingin punya kontrol. Kita tidak lagi hanya jadi penonton,” ujarnya. Namun Tono juga menyadari bahwa perubahan tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, dan kerja sama dari semua pihak.

Ket foto: Sopir lokal Bali saat deklarasi dan bergabung dalam gerakan kebangkitan transportasi berbasis desa adat bersama Tri Hita Trans di Canggu dan Badung, yang memicu gelombang dukungan sekaligus perdebatan luas di ruang digital.

“Ini tidak bisa selesai dalam satu dua hari. Tapi kalau tidak dimulai, kita akan terus seperti ini,” katanya. Pandangan serupa disampaikan oleh Ketua Transport Desa Adat Beraban, I Made Sujana. Ia melihat persoalan ini dalam perspektif yang lebih luas, yakni posisi desa adat di tengah arus modernisasi. Menurutnya, modernisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana desa adat merespons perubahan tersebut. “Kita tidak bisa menolak modernisasi. Tapi kita harus tahu posisi kita. Jangan sampai kita hanya jadi penonton,” ujarnya.

Sujana mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran. Banyak potensi ekonomi di Bali yang berkembang pesat, tetapi tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal. “Dulu kita sudah lihat. Banyak yang masuk, banyak yang mengelola, tapi kita hanya menikmati sedikit,” katanya. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terulang. Desa adat harus mampu mengambil peran strategis dalam mengelola potensi ekonomi, termasuk di sektor transportasi.

Namun ia juga realistis bahwa proses tersebut tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga perubahan pola pikir. “Tidak semua bisa dibangun cepat. Tapi kita harus mulai sekarang,” ujarnya. Sujana juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan nilai budaya. Ia menegaskan bahwa desa adat harus tetap memegang nilai-nilai yang menjadi identitasnya, meskipun berada dalam sistem modern. “Kita harus tetap sopan, tetap sesuai adat. Tapi kita juga harus kuat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun sistem yang terintegrasi. Menurutnya, tanpa sistem yang jelas, konflik akan terus terjadi.n“Kalau tidak ada sistem, semua akan jalan sendiri-sendiri. Itu yang membuat masalah terus muncul,” ujarnya. Dalam konteks inilah, kehadiran Tri Hita Trans yang dikembangkan oleh PT Sentrik Persada Nusantara menjadi sangat relevan. Sistem ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini terjadi.

Tri Hita Trans tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi juga pendekatan berbasis komunitas. Desa adat, BUPDA, pecalang, dan komunitas driver menjadi bagian dari sistem yang terintegrasi. Model ini memberikan harapan baru bahwa pengelolaan transportasi tidak lagi terpusat, tetapi tersebar dan melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Namun para pelaku di lapangan menyadari bahwa teknologi hanyalah alat. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada komitmen bersama. “Kalau tidak dijaga, sistem ini bisa saja kembali seperti yang lama,” ujar Tono.

Optimisme terhadap Tri Hita Trans memang tinggi. Namun di sisi lain, ada kesadaran bahwa tantangan yang dihadapi tidak ringan. Industri transportasi digital dikenal sangat kompetitif dan dinamis. Faktor seperti harga, kecepatan layanan, dan kualitas pelayanan menjadi penentu utama. Dalam kondisi seperti itu, Tri Hita Trans harus mampu membuktikan bahwa pendekatan berbasis nilai tidak kalah dengan kekuatan modal besar. “Ini bukan hanya soal idealisme. Sistemnya juga harus kuat,” kata Sujana.

Ket foto: program Trihita Trans yang membuka pendaftaran mitra driver bagi krama Bali melalui sistem transportasi online berbasis desa adat yang dikembangkan PT Sentrik Persada Nusantara melalui aplikasi Duwen Iraga.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal yang menjadi benang merah adalah keinginan kuat untuk berubah. Desa adat dan pelaku transportasi lokal tidak lagi ingin berada di posisi yang sama. Mereka mulai bergerak, menyusun strategi, dan membangun sistemnya sendiri. Tri Hita Trans menjadi simbol dari gerakan tersebut. Ia bukan hanya aplikasi, tetapi representasi dari upaya kolektif untuk membangun sistem yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

Bagi Bali, ini adalah momentum penting. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, pilihan untuk membangun sistem berbasis kearifan lokal menjadi langkah yang strategis. Jika berhasil, Tri Hita Trans tidak hanya akan mengubah wajah transportasi Bali, tetapi juga menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dikembangkan tanpa meninggalkan identitas budaya. Desa adat, yang selama ini dikenal sebagai penjaga tradisi, kini mulai mengambil peran baru sebagai aktor ekonomi.

Driver lokal, yang selama ini berada di garis depan, kini mulai mendapatkan ruang untuk berbicara dan menentukan arah. Dan Bali, yang selama ini menjadi destinasi dunia, kini mulai menunjukkan bahwa ia juga mampu membangun sistemnya sendiri. tim/jet/ker

Previous Post

Semangat Kartini: Menakar Ulang Kesetaraan Gender dalam Akselerasi Pembangunan Bangsa

Next Post

Dari Sawah Tabanan, Kartini Muda Ini Buktikan Bertani Bisa Modern dan Menguntungkan Lewat BRImo

JeettNews

JeettNews

Related Posts

Ojol TriHita Bergerak di Bali, Desa Adat Siap Kelola Transportasi Mandiri
Teknologi

Ojol TriHita Bergerak di Bali, Desa Adat Siap Kelola Transportasi Mandiri

Mei 26, 2026
Rekayasa Kenyamanan Termal, Penelitian Lama Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bisa Jadi “AC Alami”
Teknologi

Rekayasa Kenyamanan Termal, Penelitian Lama Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bisa Jadi “AC Alami”

Mei 23, 2026
TRIHITA Resmi Mengaspal di Bali, Desa Adat Bergerak Total Hadapi Dominasi Aplikator Besar
Teknologi

TRIHITA Resmi Mengaspal di Bali, Desa Adat Bergerak Total Hadapi Dominasi Aplikator Besar

Mei 16, 2026
Aplikasi Tri Hita Trans Siap Tancap Gas Terintegrasi Desa Adat Se-Bali
Teknologi

Aplikasi TRIHITA Trans Siap Diluncurkan, Ubah Sistem Transportasi dan Ekonomi Desa Adat

Mei 14, 2026
Pesan Gubernur Koster di Manis Kuningan
Teknologi

Koster Siap Resmikan Tri Hita Trans, Aplikasi Transportasi Lokal Berbasis Desa Adat Segera Diluncurkan

Mei 1, 2026
Driver Desa Adat se-Bali Siap Meluncur! Tri Hita Trans Hampir Tuntas Guncang Transportasi 16 Mei 2026
Teknologi

Driver Desa Adat se-Bali Siap Meluncur! Tri Hita Trans Hampir Tuntas Guncang Transportasi 16 Mei 2026

April 19, 2026
Next Post
Dari Sawah Tabanan, Kartini Muda Ini Buktikan Bertani Bisa Modern dan Menguntungkan Lewat BRImo

Dari Sawah Tabanan, Kartini Muda Ini Buktikan Bertani Bisa Modern dan Menguntungkan Lewat BRImo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

April 24, 2026
Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Mei 11, 2026
Skandal Bansos Badung, Ormas Arun Bali Bongkar Dugaan Orang Kaya Terima Bantuan THR

ARUN Bali Kritik Unud, Penelitian “Doktor LPD” Tak Mampu Cegah Dana Nasabah Hilang

April 24, 2026
Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

November 19, 2025
Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

0
Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

0
Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

0
Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

0
Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

Mei 30, 2026

Recent News

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

Mei 30, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olagraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Seni dan Budaya
  • Teknologi
  • Wisata

Recent News

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 JeettNews.cm

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup

© 2026 JeettNews.cm

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In