• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
JeetNews
Advertisement
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
JeetNews
No Result
View All Result
Home Nasional

Revolusi Desa Adat, Prof Tirka Widanti Tegaskan Tri Hita Trans Perisai Budaya Bali di Era Digital

JeettNews by JeettNews
Februari 18, 2026
in Nasional
0
Revolusi Desa Adat, Prof Tirka Widanti Tegaskan Tri Hita Trans Perisai Budaya Bali di Era Digital
Ket foto: Rektor Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum.

Ket foto: Rektor Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JeettNews, Denpasar | Di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi teknologi yang tak terbendung, Bali kembali dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah modernisasi akan menggerus identitas, atau justru memperkuatnya? Jawaban atas kegelisahan itu mulai menemukan bentuk konkret melalui kehadiran aplikasi Tri Hita Trans, sebuah platform digital yang dirancang untuk memperkuat tata kelola Desa Adat berbasis filosofi lokal.

Akademisi sekaligus Rektor Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum., menilai langkah ini sebagai terobosan strategis yang mampu menjembatani tradisi dan teknologi dalam satu sistem yang harmonis. Ia menegaskan bahwa Bali tidak boleh alergi terhadap perubahan, tetapi perubahan itu harus dipimpin oleh nilai-nilai lokal.

“Tri Hita Karana adalah way of life masyarakat Bali. Ia bukan sekadar konsep filosofis yang dihafal, melainkan napas kehidupan sehari-hari. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana nilai itu tetap hidup di tengah era digital. Tri Hita Trans menurut saya adalah salah satu jawaban konkret,” ujar Prof Tirka saat dimintai pandangannya, pada Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, selama ini digitalisasi sering dipahami sebatas efisiensi administratif. Padahal bagi Bali, teknologi harus menjadi alat penguat harmoni. Ia melihat Tri Hita Trans tidak hanya mempermudah pencatatan atau koordinasi desa, tetapi membuka ruang partisipasi krama secara lebih luas dan transparan.

“Digitalisasi tidak boleh mencabut akar. Justru ia harus menjadi pupuk yang membuat akar budaya semakin kuat. Kalau sistem adat bisa terdokumentasi dengan baik, kalau keputusan paruman tercatat rapi, kalau krama bisa mengakses informasi dengan mudah, maka itu bukan sekadar kemajuan teknologi, tetapi penguatan identitas,” tegasnya.

Prof Tirka menyoroti bahwa Desa Adat di Bali memiliki posisi unik. Ia bukan hanya institusi budaya, melainkan sistem sosial yang hidup, mengatur tata upacara, hubungan sosial, hingga aspek ekonomi komunitas. Ketika sistem ini tidak beradaptasi, risiko ketertinggalan akan semakin besar.

“Bali memiliki kekuatan luar biasa pada struktur desa adatnya. Tapi kalau kita tidak melakukan inovasi, generasi muda bisa merasa jauh dari sistem itu. Dengan platform digital, mereka justru bisa merasa lebih dekat dan terlibat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Tri Hita Trans berpotensi menghadirkan transparansi yang selama ini menjadi tuntutan publik. Pendataan krama, pengelolaan iuran, agenda kegiatan adat, hingga laporan keuangan dapat tersusun secara sistematis. Transparansi, menurutnya, bukan ancaman bagi adat, melainkan penguat legitimasi.

“Kalau semua tercatat dan terbuka, maka kepercayaan akan tumbuh. Kepercayaan itu fondasi harmoni. Tanpa kepercayaan, adat hanya menjadi simbol. Dengan sistem yang baik, adat menjadi sistem sosial yang kokoh,” ungkap Prof Tirka.

Lebih jauh, ia menggarisbawahi dampak psikologis dari integrasi budaya dan teknologi. Ketika keterlibatan dalam sistem adat menjadi bagian dari gaya hidup digital, akan muncul rasa memiliki yang lebih tinggi.

“Secara psikologis, ketika sesuatu menjadi tren positif dan terintegrasi dalam keseharian, orang akan merasa malu jika tidak ikut serta. Itu kontrol sosial alami. Bukan karena takut sanksi, tapi karena kesadaran kolektif,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut bahwa transformasi ini bisa mengubah Tri Hita Karana dari sekadar filosofi menjadi lifestyle modern berbasis nilai lokal.

“Kalau kita berhasil, Tri Hita Karana bukan hanya diajarkan di sekolah atau disampaikan dalam seminar. Ia akan hidup dalam sistem digital yang diakses setiap hari. Itu baru namanya budaya yang adaptif,” katanya tegas.

Sementara itu, Founder dan CEO PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, SH., M.Si., menjelaskan bahwa Tri Hita Trans lahir dari kegelisahan melihat jarak antara generasi muda dan sistem adat yang kian melebar.

“Kami tidak ingin teknologi menjadi ancaman bagi adat. Justru kami ingin teknologi menjadi sahabat desa adat. Ide ini lahir dari diskusi panjang dengan tokoh adat, akademisi, dan praktisi teknologi. Kami bertanya, bagaimana caranya filosofi Tri Hita Karana tetap relevan di era aplikasi dan gadget?” ujar politisi senior yang sempat menjabat Wakil Bupati Badung yang juga Jro Mangku Pura Dalem Desa Adat Canggu ini.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah menjaga sensitivitas budaya dalam sistem digital. “Tidak semua hal bisa diterjemahkan begitu saja ke dalam aplikasi. Ada nilai sakral yang harus dihormati. Karena itu kami sangat berhati-hati. Setiap fitur dirancang berdasarkan kebutuhan riil desa adat, bukan sekadar tren teknologi,” jelasnya.

Menurutnya, Tri Hita Trans dirancang fleksibel agar bisa menyesuaikan karakter masing-masing desa adat. “Setiap desa punya dinamika berbeda. Kami tidak memaksakan satu model kaku. Sistem ini bisa disesuaikan, sehingga tetap menghormati struktur dan tradisi lokal,” katanya.

I Made Sudiana juga menekankan bahwa transformasi digital desa adat bukan proyek jangka pendek. “Ini bukan sekadar peluncuran aplikasi. Ini proses perubahan pola pikir. Kami ingin desa adat melihat teknologi sebagai alat penguatan, bukan ancaman. Kalau desa adat kuat, maka Bali kuat,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk pengembangan lanjutan berbasis riset. “Kami ingin ini berkelanjutan. Kami siap menerima masukan, melakukan evaluasi, dan terus menyempurnakan sistem. Karena tujuan utama kami bukan hanya bisnis, tetapi keberlanjutan budaya,” ujarnya.

Prof Tirka pun mengapresiasi komitmen tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan inovasi berbasis budaya. “Kalau dunia akademik, dunia usaha, dan desa adat bisa bersinergi, maka kita tidak hanya bicara aplikasi, tetapi ekosistem. Ekosistem yang menjaga nilai, memperkuat ekonomi, dan membangun kepercayaan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dukungan kolektif sangat diperlukan. “Setiap gerakan yang bertujuan memajukan desa adat wajib kita dukung. Jangan sampai kita hanya pandai berbicara soal pelestarian budaya, tetapi alergi pada inovasi. Budaya yang tidak beradaptasi akan ditinggalkan,” ucapnya lugas.

Dalam perspektifnya, Tri Hita Trans bisa menjadi model nasional bagaimana teknologi dan budaya berjalan beriringan. Bali, menurutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa modernitas tidak harus mengorbankan identitas. “Bali harus memimpin dengan contoh. Kita bisa modern tanpa kehilangan jati diri. Kita bisa digital tanpa kehilangan spiritualitas,” tegas Prof Tirka. aka/jet

Previous Post

Skandal Bansos Badung, Ormas Arun Bali Bongkar Dugaan Orang Kaya Terima Bantuan THR

Next Post

Jaga Wibawa Parlemen, MKD DPR RI Gandeng Polres Badung Perkuat Pengawasan Etik

JeettNews

JeettNews

Related Posts

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos
Nasional

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
Gila! Bali Tembus 3 Besar Nasional Ketahanan Pangan 2025, Kalahkan Rata-Rata Indonesia
Nasional

Gila! Bali Tembus 3 Besar Nasional Ketahanan Pangan 2025, Kalahkan Rata-Rata Indonesia

Mei 6, 2026
Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional
Nasional

Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional

April 17, 2026
Bali Diambang Kolaps, Krisis Sampah Jadi Ancaman Nyata Pariwisata Dunia
Nasional

Bali Diambang Kolaps, Krisis Sampah Jadi Ancaman Nyata Pariwisata Dunia

April 2, 2026
Usai Lebaran, Arus Balik ke Bali Naik 3 Kali Lipat
Nasional

Usai Lebaran, Arus Balik ke Bali Naik 3 Kali Lipat

Maret 21, 2026
Isu Sapi Betina Dikirim ke Luar Pulau Tanpa Pemeriksaan, Karantina Bali Kecolongan?
Nasional

Isu Sapi Betina Dikirim ke Luar Pulau Tanpa Pemeriksaan, Karantina Bali Kecolongan?

Maret 17, 2026
Next Post
Jaga Wibawa Parlemen, MKD DPR RI Gandeng Polres Badung Perkuat Pengawasan Etik

Jaga Wibawa Parlemen, MKD DPR RI Gandeng Polres Badung Perkuat Pengawasan Etik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

Kasus LPD Mambal Seret Nama Unud, Akademisi Disentil Bungkam

April 24, 2026
Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Gallery Kohinoor Diduga Caplok Sempadan Sungai, ARUN Bali Desak Kejati Bongkar dan Usut Pejabat Penerbit Izin

Mei 11, 2026
Skandal Bansos Badung, Ormas Arun Bali Bongkar Dugaan Orang Kaya Terima Bantuan THR

ARUN Bali Kritik Unud, Penelitian “Doktor LPD” Tak Mampu Cegah Dana Nasabah Hilang

April 24, 2026
Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

Panduan Singkat Uji Validitas dan Reliabilitas SEM PLS untuk Pilot Test Kuesioner Penelitian

November 19, 2025
Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

Akhir Pelarian Selepeg! Setelah Dua Tahun Bermanuver Hukum, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara oleh Kejari Karangasem

0
Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

Toreh Rekor Baru! Bank BPD Bali Cetak Laba Rp998,7 Miliar, Bukti Nyata Ekonomi Bali Makin Inklusif

0
Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

Akhiri Drama Selepeg! Kajari Karangasem Diapresiasi Tegas Jalankan Putusan Hukum Tetap

0
Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

Samsat Masuk Desa Diserbu Warga! Wajib Pajak “Gajah Gemuk” Sibang Gede Bayar Rp17 Juta Usai Disapa Duta Pajak Cantik

0
Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

Mei 30, 2026

Recent News

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

VinFast VF 7 dan Limo Green Mengaspal Siap Sambut Era Mobil Listrik, Desa Adat dan Sopir Lokal Jangan Sampai Jadi Penonton

Juni 1, 2026
VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

VinFast VF 7 Resmi Mengaspal di Bali, Berperforma Mobil Listrik Supercar

Mei 30, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olagraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Seni dan Budaya
  • Teknologi
  • Wisata

Recent News

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Tebar Hadiah Mobil Hingga Motor, BPR Kanti Luncurkan Tabungan Arisanku Generasi Baru dan Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial

Juni 2, 2026
Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Pemuda Adat Besakih Dilatih Ubah Sampah Canang Jadi Kompos

Juni 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 JeettNews.cm

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olagraga
  • Teknologi
    • Otomotif
  • Wisata
    • Kuliner
  • Seni dan Budaya
  • Gaya Hidup

© 2026 JeettNews.cm

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In