JeettNews, Denpasar | Layanan digital yang digadang-gadang memudahkan pelanggan justru menuai kekecewaan. Seorang pelanggan listrik PLN di Denpasar, I Wayan Supriatna, mengaku frustrasi setelah aduannya terkait gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile tak kunjung mendapatkan solusi, bahkan berakhir dengan notifikasi “Pesanan gagal dibuat” pada Minggu (28/12/2025).
Gangguan listrik yang terjadi sejak pukul 15.00 Wita itu berdampak langsung pada usaha warung milik Supriatna. Listrik yang padam berjam-jam membuat aktivitas usahanya lumpuh dan memicu keluhan dari para pelanggan. Di tengah kepanikan dan potensi kerugian, Supriatna berharap layanan aduan PLN Mobile bisa menjadi jalan keluar cepat. Namun harapan itu justru berujung kekecewaan.
“Saya sudah berulang kali mencoba membuat aduan di PLN Mobile, tapi tidak ada solusi sama sekali. Prosesnya ribet, dan akhirnya malah muncul keterangan pesanan gagal dibuat,” ungkap Supriatna dengan nada kesal.
Ia menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan perlakuan antara pelanggan dan penyedia layanan. Menurutnya, masyarakat kerap dihadapkan pada sanksi tegas jika terlambat membayar listrik, mulai dari denda hingga ancaman penyegelan. Namun ketika pelanggan mengalami gangguan serius yang berdampak langsung pada mata pencaharian, respons cepat justru tidak kunjung datang.
“Kalau kami telat bayar, sanksinya jelas dan tegas. Tapi saat listrik mati berjam-jam dan kami mengadu, tidak ada solusi. Ini rasanya tidak adil,” tegasnya.
Sebagai pelaku UMKM kecil, Supriatna menekankan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan penopang utama keberlangsungan usaha. Setiap jam listrik padam berarti potensi kerugian, menurunnya kepercayaan pelanggan, dan tekanan ekonomi yang tidak kecil.
Ia berharap PLN benar-benar melakukan evaluasi serius terhadap kinerja layanan pengaduan, khususnya melalui aplikasi digital yang seharusnya mempersingkat birokrasi, bukan malah bertele-tele.
“Zaman sudah maju, semuanya serba digital. Harusnya layanan aduan juga cepat dan tanggap. Kasihan kami UMKM kecil, gara-gara listrik mati usaha jadi ketar-ketir,” pungkasnya. sap/aka


















