Denpasar, JeettNews | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa rencana eksekusi pembongkaran total pembangunan glass viewing lift atau tower kaca di kawasan Pantai Kelingking, Nusa Penida, masih menunggu hari baik atau momen dewasa ayu serta penyelesaian seluruh kajian teknis yang menjadi syarat utama. Proyek yang digagas sebagai fasilitas wisata berkelas internasional ini sebelumnya telah melalui proses perizinan berjenjang, termasuk AMDAL, kajian geologi, dan analisis mitigasi bencana.
Sebelumnya, Gubernur Koster menyebut, Kelingking merupakan ikon pariwisata Bali yang pertumbuhan kunjungannya mencapai rata-rata 30 persen per tahun. Namun kondisi geografis yang terjal, ancaman erosi, hingga potensi longsoran tebing mengharuskan seluruh rencana pembangunan dilakukan sangat hati-hati. “Kami tidak ingin pembangunan dilakukan terburu-buru. Harus ada dewasa ayu, harus ada kepastian komprehensif bahwa struktur tower kaca aman, tidak merusak lingkungan, dan tidak menimbulkan risiko jangka panjang,” ujar Kantor Gubernur di Denpasar, pada Senin (17/11/2025).
Menurut data Dinas Pariwisata Bali, jumlah wisatawan yang datang ke Kelingking mencapai lebih dari 1,7 juta orang pada 2024, menjadikannya salah satu destinasi tersibuk di Kepulauan Nusa Penida. Namun lonjakan wisata ini juga diikuti oleh meningkatnya angka kecelakaan akibat medan ekstrem dan minimnya akses aman menuju titik pandang.
Koster menilai, jika tower kaca ini nantinya benar-benar dieksekusi, maka kehadirannya harus menjadi solusi, bukan ancaman. “Ini proyek besar. Jangan sampai menambah beban ekologis. Kami tunggu semua proses selesai dengan baik, baru diputuskan waktu eksekusinya,” tegasnya.
Diketahui dari berita sebelumnya, Ketua Pansus TRAP (Tata Ruang dan Aset Provinsi) DPRD Bali, I Wayan Suparta, memberikan pandangan tegas terkait arah pembangunan di kawasan tersebut. Ia menyebut pansus sudah memetakan seluruh titik rawan, termasuk struktur batuan kapur di Nusa Penida yang memiliki tingkat pelapukan tinggi.
“Kelingking itu bukan tebing biasa. Secara geologi, sebagian materialnya karst dengan porositas tinggi. Jadi kalau ada pembangunan tower kaca setinggi puluhan meter, fondasi harus benar-benar dihitung dengan presisi. Pansus mendorong agar semua data teknis dibuka secara transparan,” kata politisi senior PDI Perjuangan asal Tabanan ini.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas wisata harus tetap selaras dengan visi tata ruang Bali yang mengutamakan keseimbangan lingkungan. Pansus juga meminta agar pemerintah daerah tidak menoleransi investor yang memaksakan pembangunan tanpa patuh pada kajian risiko. “Kami mendukung inovasi pariwisata, tetapi keselamatan dan kesucian alam harus nomor satu. Jangan sampai Kelingking yang jadi kebanggaan dunia justru terancam karena ambisi konstruksi,” ujarnya.
Suparta juga menekankan bahwa keputusan akhir terkait eksekusi tower kaca harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat lokal, termasuk krama adat yang selama ini menjaga kawasan Kelingking sebagai wilayah suci dengan nilai spiritual tinggi. Ia memastikan pansus akan melakukan pengawasan penuh agar tidak ada celah pelanggaran tata ruang. aka/ker



















