JeettNews, Badung | Di tengah suasana sakral Hari Raya Sugihan, ribuan warga Badung justru memadati Kantor UPTD Samsat Badung untuk menunaikan kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Meskipun bertepatan dengan hari suci bagi umat Hindu di Bali, antusiasme masyarakat tak surut sedikit pun. Sejak pagi, antrean kendaraan terlihat mengular di halaman Samsat, menunjukkan tingginya kesadaran warga dalam berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pajak.
Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., yang turun langsung memantau pelayanan, mengaku bangga atas kedisiplinan dan semangat masyarakat. “Hari ini luar biasa. Di saat banyak warga sibuk dengan persiapan upacara Sugihan, masyarakat Badung tetap datang ke Samsat untuk membayar pajak. Ini membuktikan bahwa kesadaran membayar pajak sudah menjadi bagian dari budaya dan tanggung jawab sosial masyarakat kita,” ujar Ketut Sadar dengan penuh semangat.
Di tengah padatnya antrean, pelayanan di Samsat Badung tetap berjalan lancar dan penuh keramahan. Para wajib pajak disambut hangat oleh Duta Pajak Samsat Badung dengan senyum, sapa, dan salam. Nilai pelayanan lascarya benar-benar terasa di ruang pelayanan publik itu. Petugas melayani dengan hati, cepat, dan transparan, menciptakan suasana nyaman meskipun antrian cukup ramai. “Kami berkomitmen memberi pelayanan terbaik, karena bagi kami setiap wajib pajak adalah mitra pembangunan, bukan sekadar angka dalam laporan,” tegas Ketut Sadar.
Kinerja UPTD Samsat Badung sendiri memang menjadi sorotan positif. Berdasarkan data, jumlah kendaraan bermotor terdaftar di Kabupaten Badung kini menembus lebih dari 1,04 juta unit pada tahun 2023. Sementara itu, capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) triwulan III tahun 2025 mencapai 94,24 poin atau kategori “sangat baik”, menjadikan Samsat Badung sebagai salah satu unit pelayanan publik terbaik di Bali.
Kesuksesan itu tidak lepas dari deretan inovasi cemerlang yang terus dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah Samsat Keliling, yang menjangkau warga hingga pelosok desa; Samsat Kerti, layanan jemput bola menggunakan sepeda motor yang langsung datang ke rumah wajib pajak; serta Samsat LPD Berbudaya, yang memudahkan pembayaran pajak melalui jaringan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di wilayah adat. Inovasi lain seperti layanan drive-thru, Samsat Corner di pusat perbelanjaan, serta unit pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas juga menjadi bukti nyata keseriusan Samsat Badung menghadirkan pelayanan publik yang modern, cepat, dan humanis.
“Semua inovasi ini kami jalankan agar masyarakat punya banyak pilihan. Kami ingin mematahkan stigma bahwa bayar pajak itu rumit. Sekarang justru mudah, cepat, dan bisa dilakukan di mana saja,” jelas Ketut Sadar.
Sementara itu, sejumlah wajib pajak yang ditemui di lokasi mengaku puas dengan pelayanan Samsat Badung. Salah seorang warga asal Mengwi menuturkan, proses pembayaran pajaknya hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. “Petugasnya ramah, informasinya jelas, suasananya nyaman. Bahkan hari ini pas Sugihan pun tetap ramai, tapi nggak lama nunggunya,” ujarnya dengan senyum puas.
Dengan semangat pelayanan prima dan dedikasi tinggi dari seluruh pegawai, UPTD Samsat Badung kembali membuktikan diri sebagai simbol pelayanan publik berkelas di Bali. Momentum Hari Raya Sugihan ini menjadi pengingat bahwa taat pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud bhakti nyata kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat luas.
“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan, akan kembali untuk membangun Bali yang lebih baik. Itulah makna sejati dari pelayanan lascarya—melayani dengan tulus, demi kemajuan bersama,” tutup I Ketut Sadar penuh keyakinan. aka/ker/lok

















