JeettNews, Denpasar | Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Sosok yang dikenal bersahaja, cerdas, dan penuh dedikasi di bidang pertanian, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si, dikabarkan berpulang. Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali ini menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan karena sakit.
Kepergian pria yang akrab disapa Gus Wisnu inimeninggalkan duka mendalam di kalangan keluarga besar Pemprov Bali, rekan sejawat, dan masyarakat pertanian yang pernah dibimbingnya. Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai birokrat pekerja keras yang berkomitmen tinggi dalam memajukan sektor pertanian lokal, terutama dalam memperjuangkan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal Bali.
Di masa kepemimpinannya, banyak terobosan yang dilakukan untuk mendorong petani agar berdaya saing di era modern tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi agraris. Sosoknya juga dikenal humanis dan dekat dengan para staf serta pelaku usaha pertanian rakyat.
Ungkapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari PT Jeettnews Mega Network, yang menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya almarhum. Doa terbaik dipanjatkan agar arwah beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Rangkaian karya pelebon sawa preteka untuk almarhum dilaksanakan di Griya Gede Jumpung, Banjar Lebah, Timpag, Tabanan, dimulai sejak 10 November 2025 hingga 17 November 2025 (Purnama Kalima).
Adapun susunan utama upacara antara lain:
10 November 2025: Nanceb Sola lan Genah Nagtegan serta manik galih di Griya Gede Jumpung.
14 November 2025: Negtegan manik galih lan nyiramin di Ratu Pedanda Putu Kirta Kenten, dilanjutkan dengan Ngaskara lan Pengajian Saji.
16 November 2025: Rangkaian mepelukatan, nyekah, dan penyucian rohani di Griya Gede Jumpung.
17 November 2025 (Purnama Kalima): Upacara utama pelebon dimulai sejak pagi dengan prosesi melaspas iren-irenan, mapepada, hingga nganyut di sore hari, sebagai simbol pelepasan jasad suci menuju penyatuan dengan Sang Pencipta.
Prosesi suci ini akan dipuput oleh Ratu Pedanda Putu Kirta Kenten dan Ratu Pedande Nabe, disertai iringan Gong Gede, Angklung Telaga Tunjung, Beleganjur, dan Barong Bengkel.
Kepergian Gus Wisnu bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Bali yang kehilangan salah satu putra terbaiknya. Pengabdiannya di bidang pertanian dan pangan akan tetap menjadi warisan berharga bagi generasi penerus.
Kini, Gus Wisnu pergi meninggalkan jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu. Bali kehilangan salah satu putra terbaiknya, seorang tokoh yang menanamkan nilai kejujuran, ketulusan, dan semangat membangun dari tanah sendiri. aka/ker



















