JeettNews, Denpasar | Langkah I Made Ariandi kembali maju sebagai calon Ketua Umum KADIN Provinsi Bali periode 2025–2030 menguatkan keyakinan banyak pihak bahwa dunia usaha Bali sedang memberi tanda alam: organisasi ini membutuhkan kesinambungan kepemimpinan. Pada Selasa, 9 Desember 2025, Ariandi secara resmi menyerahkan berkas pencalonannya kepada panitia Musprov VIII KADIN Bali di Sekretariat KADIN Bali, Denpasar.
Ariandi diterima langsung oleh Ketua OC, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, bersama Ketua SC, I Gusti Ketut Sukarba, dan jajaran SC lainnya. Berkas pencalonan dinyatakan lengkap dan akan dibawa ke forum Musprov yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2025 di Hotel Aryaduta Kuta. Hingga penutupan pendaftaran, panitia menyebut hanya satu nama yang masuk sebagai calon ketua umum, yaitu Made Ariandi, didukung sejumlah besar KADIN kabupaten/kota se-Bali.
Gung Cok menyampaikan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara terbuka dan profesional sesuai AD/ART KADIN. Ia memastikan dukungan terhadap Ariandi sangat kuat, bahkan melampaui syarat minimal empat KADIN kabupaten/kota. Menurutnya, konsolidasi dukungan yang solid ini mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap rekam jejak Ariandi selama memimpin KADIN Bali.
Kiprah Ariandi pada periode 2020–2025 menjadi landasan utama dukungan luas tersebut. Ia memimpin KADIN Bali di masa tersulit saat pandemi COVID-19 melumpuhkan ekonomi Pulau Dewata. Di periode itu, Ariandi mendorong kebangkitan UMKM, memperkuat kolaborasi pelaku kreatif, serta menggagas upaya diversifikasi ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Ia aktif mendorong agribisnis, ekonomi kreatif, produk lokal, serta pasar digital untuk menjadi kekuatan baru ekonomi Bali.
Selain itu, Ariandi turut mengawal keterlibatan KADIN Bali dalam agenda nasional seperti B20 Summit ketika Indonesia menjadi tuan rumah G20. Ia membuka jalur promosi bagi UMKM Bali ke pasar global dan memperkuat diskusi dengan investor asing untuk mendorong investasi hijau, pertanian bernilai tambah, energi bersih, dan pengembangan industri kreatif. Sikap kritisnya terkait fenomena usaha ilegal oleh warga asing juga menjadi perhatian, karena menurutnya hal itu berpotensi merusak ruang ekonomi lokal.
Di internal organisasi, Ariandi memperbaiki struktur KADIN hingga ke kabupaten/kota. Ia memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, serta berbagai pemangku kepentingan agar suara pelaku usaha lokal dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Pembenahan ini dinilai menjadi fondasi penting bagi KADIN Bali yang lebih solid dan responsif.
Dalam pernyataannya, Ariandi menegaskan pencalonan periode kedua bukan hanya untuk melanjutkan jabatan, tetapi memastikan program besar yang telah dirintis lima tahun terakhir benar-benar tuntas. Ia menyatakan fokus pada pemulihan ekonomi Bali, peningkatan kualitas UMKM, perluasan akses pasar, serta memastikan investasi yang masuk benar-benar berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal. Ariandi menekankan bahwa KADIN Bali harus menjadi pilar utama dalam menentukan arah kebijakan ekonomi daerah.
Di tengah perubahan ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat, Ariandi menilai Bali membutuhkan kepemimpinan organisasi dunia usaha yang stabil, visioner, dan mampu menjaga kesinambungan program. Banyak pelaku usaha memandang pencalonan kembali Ariandi sebagai sebuah tanda alam bahwa KADIN Bali sedang meminta kesinambungan untuk memperkuat pondasi ekonomi Bali ke depan.
Musprov VIII KADIN Bali pada 12 Desember mendatang akan menjadi forum yang menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Dengan dukungan kuat dan rekam jejak yang telah terbukti, pencalonan Made Ariandi kembali memantapkan peluangnya untuk memimpin KADIN Bali dua periode. aka/ksm



















