JeettNews, Badung | Rencana Bupati Badung Wayan Adi Arnawan untuk menyulap Pasar Beringkit menjadi kawasan modern berisi mall dan bioskop terus memancing respons luas. Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Badung mempertegas identitas Kota Mangupura sebagai kota modern, suara penolakan bermunculan dari tokoh pertanian nasional hingga pengamat ekonomi Bali. Mereka menilai perubahan ini berisiko menghapus identitas asli Beringkit sebagai pasar ternak paling legendaris di Pulau Dewata.
Tokoh nasional yang dikenal sebagai “Bapak Sejuta Traktor”, Drs. I Made Urip, M.Si, menjadi salah satu figur yang paling keras memberikan peringatan. Politisi senior PDI Perjuangan yang telah duduk di Komisi IV DPR RI selama lima periode ini menegaskan bahwa Beringkit bukan sekadar pasar. Bagi para petani, terutama Kaum Marhaen, tempat ini adalah ruang hidup, ruang bertahan, dan ruang ekonomi yang sudah terbentuk puluhan tahun.
“Kalau Pasar Beringkit dijadikan mall dan bioskop, lalu pasar ternaknya dipindah kemana? Ini bukan hanya soal lokasi, tapi soal identitas,” tegas Made Urip kepada JeettNews pada Minggu (16/11/2025). Ia dikenal luas oleh petani dan krama subak Bali sebagai “Bapak Pertanian Bali”, karena konsistensinya memperjuangkan kepentingan petani dan peternak.
Menurutnya, Pasar Beringkit memiliki nilai sejarah yang tidak bisa dibongkar hanya demi pembangunan komersial. Bertahun-tahun menjadi pusat jual beli sapi dari seluruh Bali mulai dari Jembrana, Tabanan, Buleleng, Bangli, Karangasem hingga Klungkung, sehingga pasar ini memegang peran strategis dalam rantai pasok daging sapi di Bali. Transaksi di pasar ini setiap minggunya mencapai miliaran rupiah, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan musim pariwisata tinggi yang meningkatkan permintaan hotel dan restoran.
“Beringkit itu bukan hanya milik Badung, tapi milik Bali. Hilangnya pasar ternak berarti memutus urat nadi ekonomi ribuan petani dan peternak,” tegasnya. Pandangan senada disampaikan pengamat ekonomi Bali, Nyoman Suparsa, yang mempertanyakan secara tajam arah pembangunan tersebut. Ia menilai alih fungsi total bisa menciptakan kekosongan ekosistem ekonomi rakyat yang selama ini terpusat di Beringkit.
“Waduh… pasar ternaknya dipindah kemana? Menurut tiang, Pasar Beringkit itu ikon legenda pusat sapi se-Bali. Harus dipertahankan. Yang dibenahi itu tata kelola dan manajemen, bukan fungsi utamanya,” ujar Suparsa.
Ia mendorong agar Pemkab Badung tidak tergesa-gesa melakukan perubahan struktural. Baginya, modernisasi tetap bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan identitas pasar tradisional. Suparsa menilai pengembangan berbasis digitalisasi, seperti sistem barcode ternak, marketplace ternak berbasis aplikasi, penataan lokasi yang lebih higienis, serta layanan kesehatan hewan terpadu, justru akan mengangkat pasar Beringkit sebagai pusat perdagangan hewan modern pertama di Indonesia timur.
“Pasar Beringkit itu unggulan, bukan beban. Ketika hotel dan restoran di Bali membutuhkan daging segar berkualitas, mereka mengandalkan pasokan dari sini. Jangan remehkan peran Beringkit dalam menopang pariwisata,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat Badung dan pelaku usaha kecil di sekitar pasar masih menunggu kejelasan rencana relokasi serta dampak ekonomi yang mungkin muncul selama masa pembangunan. Banyak dari mereka mengaku khawatir akan kehilangan pelanggan jika lokasi dipindahkan terlalu jauh atau tidak dirancang dengan matang.
Sementara Pemkab Badung belum memberikan detail final mengenai lokasi relokasi pasar ternak, radius pembangunan, serta berapa persen porsi pasar tradisional yang akan dipertahankan di dalam konsep mall.
Polemik yang mengemuka ini menunjukkan bahwa modernisasi kota tidak bisa hanya bertumpu pada bangunan megah. Ada identitas, sejarah ekonomi rakyat, dan struktur sosial yang ikut bergerak di dalamnya. Beringkit bukan sekadar pasar; ia adalah denyut ekonomi ribuan keluarga petani di seluruh Bali. Perubahan tanpa kajian mendalam dikhawatirkan justru mengikis fondasi ekonomi rakyat yang selama ini menjadi pilar penting kehidupan masyarakat Bali. aka/ker



















