Penulis: JeettNews

  • Jelang Galungan, Adi Wiryatama Gerak Cepat Salurkan Ribuan Bantuan Pangan di Tabanan

    Jelang Galungan, Adi Wiryatama Gerak Cepat Salurkan Ribuan Bantuan Pangan di Tabanan

    JeettNews, Tabanan | Kepedulian Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, kembali terlihat nyata ketika ia turun langsung ke masyarakat pada 15 November 2025. Setelah sebelumnya menggencarkan gerakan makan ikan di Pandak Kebon, kali ini ia menggandeng Badan Pangan Nasional dan Bulog Bali untuk menyalurkan Beras Bantuan Pemerintah (BPB) 2025 di dua desa, yakni Desa Perean Kauh dan Desa Tua, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Kehadirannya disambut hangat oleh ratusan warga yang sejak pagi sudah memadati balai desa demi menerima bantuan pangan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

    Kegiatan ini menjadi bukti kuat komitmen pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk terus hadir meringankan beban masyarakat dalam situasi harga kebutuhan pokok yang masih fluktuatif. Dalam penyaluran tersebut, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan 20 kilogram beras berkualitas dan 4 liter minyak goreng, yang dikemas rapi dan diserahkan langsung oleh tim Bulog bersama perangkat desa. Warga tampak tersenyum lega, mengetahui bahwa mereka dapat menyambut hari suci dengan lebih tenang tanpa harus merogoh kantong lebih dalam.

    Menurut data resmi yang disampaikan Kepala Bulog Bali, jumlah penerima Bantuan Pangan Pemerintah (PBP) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada periode Juli–Agustus 2024, tercatat sebanyak 149.155 penerima, sedangkan tahun 2025 meningkat menjadi 151.435 penerima. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pemerintah terus memperluas jangkauan bantuan agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat langsung dari program ketahanan pangan nasional.

    Adi Wiryatama menegaskan bahwa pembagian bantuan menjelang Galungan dan Kuningan dipilih secara khusus karena memahami tingginya kebutuhan masyarakat pada momen tersebut. Menurutnya, keluarga-keluarga di desa sering kali menghadapi tekanan biaya tambahan untuk upacara dan kebutuhan pokok, sehingga bantuan seperti ini sangat berarti.

    “Saya sengaja mengatur agar pembagian ini dilakukan sebelum Galungan dan Kuningan. Supaya masyarakat tidak terlalu terbebani membeli beras dan minyak goreng menjelang hari suci. Biarlah mereka bisa merayakan Galungan dengan lebih ringan,” ujar Adi Wiryatama saat berdialog dengan warga, disambut anggukan penuh rasa syukur.

    Selain pembagian bantuan, kegiatan ini juga menjadi momen interaksi langsung antara pejabat dan masyarakat. Banyak warga menyampaikan bahwa bantuan pangan ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang penghasilannya tidak menentu. Ada pula warga yang mengungkapkan bahwa bantuan ini meringankan mereka dari kekhawatiran soal stok bahan makanan jelang hari raya.

    Dalam suasana penuh kekeluargaan, Adi Wiryatama menegaskan bahwa perannya di Komisi IV DPR RI tidak hanya sebatas membuat kebijakan di tingkat pusat, tetapi memastikan agar setiap kebijakan dan program benar-benar menyentuh masyarakat di desa. Ia juga menyampaikan komitmen untuk terus memperjuangkan program pangan yang berkeadilan, terutama untuk masyarakat pedesaan yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

    Kegiatan penyaluran bantuan di Desa Perean Kauh dan Desa Tua turut dihadiri oleh Kepala Bulog Bali, Kepala Desa Perean Kauh, Kepala Desa Tua, Dinas Ketahanan Pangan Tabanan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi ini memastikan proses distribusi berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.

    Melalui momentum menjelang Galungan dan Kuningan, aksi nyata ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi keluarga penerima manfaat. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, bantuan pemerintah yang disalurkan melalui komitmen Adi Wiryatama ini menjadi bukti bahwa negara tetap hadir dan peduli pada kebutuhan dasar masyarakat. aka/ker

  • Adi Wiryatama Dorong Revolusi Makan Ikan di Tabanan, Serahkan Ribuan Paket Ikan Sehat untuk Warga

    Adi Wiryatama Dorong Revolusi Makan Ikan di Tabanan, Serahkan Ribuan Paket Ikan Sehat untuk Warga

    JeettNews, Tabanan | Warga Desa Pandak Kebon, Tabanan, tampak lebih antusias dari biasanya pada 13 November 2025. Ratusan warga dari berbagai banjar berkumpul di balai desa untuk menyambut kehadiran Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Adi Wiryatama, yang kembali turun langsung ke tengah masyarakat membawa agenda besar bertema kesehatan dan masa depan generasi muda. Melalui kegiatan Gerakan Gemar Makan Ikan, ia ingin memastikan masyarakat Bali, khususnya Tabanan lebih sadar bahwa konsumsi ikan memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.

    Dalam kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Adi Wiryatama memimpin pembagian ribuan paket ikan sehat dan bergizi kepada warga. Paket tersebut terdiri dari beragam olahan hasil laut, mulai dari ikan segar pilihan, abon ikan, produk olahan siap santap, hingga bahan mentah berkualitas yang telah melalui standar mutu kelautan dan perikanan. Warga yang hadir tampak antusias mengantre, mengucap terima kasih, dan menyambut pembagian paket tersebut dengan wajah penuh sukacita.

    Di sela pembagian, Adi Wiryatama memberikan penjelasan mengenai manfaat konsumsi ikan secara rutin. Ia menegaskan bahwa ikan bukan hanya makanan alternatif, tetapi sumber gizi utama yang harus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Omega-3, protein tinggi, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam ikan terbukti berkontribusi besar pada perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh, serta kesehatan fisik secara keseluruhan. “Kalau kita ingin generasi Bali menjadi generasi yang kuat dan cerdas, makan ikan harus menjadi budaya di setiap rumah. Ini bukan sekadar kampanye, tetapi ajakan nyata untuk membangun masa depan anak-anak kita,” tegasnya di hadapan warga.

    Warga Pandak Kebon tampak menyimak dengan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mengaku selama ini hanya mengonsumsi ikan dalam jumlah terbatas karena faktor kesibukan, kurangnya pengetahuan tentang cara pengolahan, hingga kebiasaan keluarga yang lebih memilih makanan cepat saji. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, mereka merasa lebih paham dan lebih yakin untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari menu harian keluarga.

    Tidak berhenti pada pembagian paket dan sosialisasi, kegiatan tersebut juga membuka ruang dialog antara warga dan para pejabat yang hadir. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari cara memilih ikan berkualitas di pasar, teknik penyimpanan yang benar agar tidak mudah rusak, hingga resep pengolahan sederhana agar anak-anak lebih menyukai konsumsi ikan. Tim dari Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan memberikan edukasi langsung, menunjukkan contoh, bahkan mendemonstrasikan cara penanganan ikan yang baik.

    Adi Wiryatama juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama para ibu, dalam mengatur pola makan keluarga. Ia berharap kebiasaan makan ikan dapat dibangun dari lingkungan rumah dan diteruskan di sekolah-sekolah agar anak-anak tumbuh dengan pola makan yang lebih sehat. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga dari asupan gizi sehari-hari. “Saya ingin gerakan ini tidak berhenti di sini. Semoga Pandak Kebon bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. Kita ingin anak-anak kita bukan hanya sehat, tapi juga memiliki kecerdasan yang bisa membawa Bali lebih maju,” ujarnya.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Desa Pandak Gede, Kepala Dinas Perikanan Tabanan, serta tokoh-tokoh desa dan undangan lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan sinergi nyata antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas gizi keluarga melalui konsumsi ikan.

    Melalui kegiatan ini, Adi Wiryatama kembali menunjukkan komitmennya pada pembangunan manusia Bali. Kegiatan Gerakan Gemar Makan Ikan di Pandak Kebon ini diharapkan menjadi gelombang awal yang menyebar ke desa-desa lain di Tabanan dan seterusnya, menjadikan makan ikan sebagai budaya baru yang membawa manfaat besar bagi kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang. aka/ker

  • Ahli Pers dan BWS Kompak, Berita CMN Soal Pelanggaran SPBU Berdasar Fakta

    Ahli Pers dan BWS Kompak, Berita CMN Soal Pelanggaran SPBU Berdasar Fakta

    JeettNews, Denpasar | Sidang perkara 70 Pidsus 2025 yang menyeret jurnalis Media CMN, I Putu Suardana, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Negara, Jembrana, pada Kamis (13/11/2025). Perkara yang menyeret jurnalis dari PT Citra Nusantara Nirmedia ini kembali menghadirkan saksi ahli dan saksi fakta yang memperkuat bahwa berita investigasi CMN terkait pelanggaran SPBU 54.822.16 berada pada koridor jurnalistik.

    Saksi Ahli dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, I Made Pasek, di hadapan Ketua Majelis Hakim Firstina Antin Syahrini dengan hakim anggota Anwar Rony Fauzi dan Indah Wahyuni Dian Ratnasari, serta JPU Sofiyan Heru, menegaskan bahwa BWS telah dua kali melakukan pengecekan lapangan pada 30 Mei 2024. Hasilnya, ditemukan bangunan konstruksi berupa dinding penahan tanah dan tangga yang dibangun SPBU 54.822.16 di sempadan Sungai Ijogading tanpa izin.

    Pasek menegaskan Sungai Ijogading merupakan satu dari 391 sungai strategis nasional. “Terkait hal itu, BWS Bali Penida telah memberikan teguran melalui surat Nomor UM.01.01/Bw32/1132 tanggal 26 Juni 2024 agar pihak SPBU mengurus perizinan ke Kementerian PU. Hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut, dan hal ini juga sudah diketahui oleh pusat,” tegasnya.

    Menjawab pertanyaan JPU, Pasek menekankan bahwa siapa pun perorangan, instansi, hingga Dinas PU Kabupaten/Kota tetap wajib berkoordinasi dengan BWS dan mengantongi izin Kementerian PU sebelum memanfaatkan sempadan sungai. Menurutnya, baik pihak SPBU maupun Dinas PU Kabupaten Jembrana tidak pernah berkoordinasi dan hingga kini tidak mengantongi izin. “Kalaupun izin nantinya keluar, bangunan yang sudah berdiri tetap wajib dibongkar terlebih dahulu sebelum dibangun kembali sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Di sisi lain, Ahli Pers dari Media Bali, I Wayan Suyadnya, menilai berita CMN edisi 11 April 2024 yang ditulis I Putu Suardana merupakan karya jurnalistik. Karena itu, perkara seharusnya diselesaikan melalui sengketa pers, bukan menggunakan UU ITE. Ia menegaskan jurnalis dilindungi UU 40/1999 tentang Pers. Dalam sengketa pers, lanjutnya, ada mekanisme hak jawab dan hak koreksi yang wajib ditempuh lebih dahulu. “Jika media sudah memberi ruang hak jawab, terlepas digunakan atau tidak, sengketa dianggap selesai,” ujarnya.

    Terkait penggunaan kata “mencaplok” dan “menjajah” dalam berita, menurutnya, kedua istilah itu lazim dalam bahasa jurnalistik dan maknanya ditentukan oleh konteks kalimat. Suyadnya juga menilai penyelesaian sengketa oleh Dewan Pers dalam kasus ini tidak sepenuhnya mengikuti prosedur karena seharusnya diawali dengan anjuran penggunaan hak jawab.

    Saksi Fakta, I Ketut Widia, Divisi Hukum PT Citra Nusantara Nirmedia, menegaskan bahwa berita CMN ditulis untuk kepentingan publik dengan narasumber jelas dan upaya konfirmasi yang dilakukan. Ia juga menyebut banyak media lain memberitakan pelanggaran serupa yang dilakukan SPBU tersebut. “Jika pelanggaran seperti ini dibiarkan, akan jadi preseden buruk. Warga Pendem seperti I Wayan Diandra dan I Komang Diama bahkan mengeluhkan sumber mata air mereka hilang akibat bangunan SPBU,” terangnya.

    Kuasa Hukum Terdakwa, I Putu Wirata bersama I Ketut Ardana, mengungkap fakta penting lain: BWS Bali Penida telah menegaskan pelanggaran sempadan sungai melalui surat UM.01.01/Bw32/1132. Selain itu, pada sidang sebelumnya, Kadis PU Jembrana I Wayan Sudiarta dan Ahli Tata Ruang I Gede Sumaharta menyatakan bahwa lahan SPBU yang berdiri di atas sewa Pemkab Jembrana ternyata tidak memiliki SKTR.n“Ini membuktikan isi berita I Putu Suardana adalah benar dan tidak mengandung pencemaran nama baik,” tegas Wirata.

    Kuasa Hukum lain, I Wayan Sukayasa, menambahkan bahwa saat somasi SPBU masuk, pihaknya melalui Divisi Hukum telah memberikan ruang hak jawab pada 30 April 2024. Namun tidak dipergunakan pihak SPBU. “Dari sini terlihat klien kami bekerja profesional, sesuai kode etik dan UU Pers,” ujarnya. Para kuasa hukum terdakwa—I Putu Wirata, I Ketut Artana, dan I Wayan Sukayasa—meminta majelis hakim mempertimbangkan seluruh fakta dan membebaskan I Putu Suardana dari seluruh dakwaan. wir/tim/ker

  • MBG Kok Sepi di Denpasar Ya? Warga Mulai Pertanyakan Kenapa Banyak Siswa Belum Dapat

    MBG Kok Sepi di Denpasar Ya? Warga Mulai Pertanyakan Kenapa Banyak Siswa Belum Dapat

    JeettNews, Denpasar | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi pelajar dan menggerakkan ekonomi rakyat, justru memicu tanda tanya besar di Kota Denpasar. Sejumlah warga mengaku belum menerima manfaat program tersebut, sementara di lapangan beberapa titik distribusi terlihat sepi tanpa aktivitas berarti. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah distribusi MBG di Denpasar memang belum berjalan optimal?

    Politisi sekaligus praktisi sosial dan lingkungan, Agung Gede Agung Aryawan, ST., menegaskan bahwa fenomena ini tidak boleh dianggap enteng. Menurutnya, program sebesar MBG yang menyerap anggaran negara begitu besar seharusnya memiliki dampak nyata dan mudah dirasakan oleh masyarakat, terutama di kota pusat aktivitas seperti Denpasar.

    “Kalau program ini benar-benar sudah berjalan baik, seharusnya masyarakat sudah merasakan. Faktanya, banyak yang mengaku belum dapat. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujar Sekretaris LSM ARUN Provinsi Bali ini, di Denpasar, pada Jumat (14/11/2025).

    Agung Aryawan mengungkapkan dirinya menerima banyak keluhan dari warga. Mulai dari informasi jadwal yang tidak jelas, kebingungan terkait titik distribusi, hingga sejumlah pelajar yang merasa tidak terdata. Bahkan ada warga yang mengaku belum mengetahui mekanisme pengambilan MBG sama sekali.

    “Yang muncul sekarang bukan antusiasme, tapi kebingungan. Program sosial tidak boleh membuat rakyat bingung. Sosialisasi harus jelas, datanya harus akurat,” tegasnya.

    Ia juga menyoroti sejumlah lokasi distribusi yang tampak sepi. Menurutnya, situasi ini bukan sinyal positif, melainkan indikator bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik.
    “Sepi bukan berarti sukses. Bisa jadi masyarakat tidak tahu, tidak dapat akses, atau tidak terdata. Ini yang harus dibuka secara transparan,” jelasnya.

    Agung menekankan perlunya validasi data penerima secara menyeluruh, agar distribusi berjalan merata dan tidak muncul kesenjangan antarwilayah. Ia meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik dan memastikan pengawasan program berjalan ketat.

    “Denpasar itu barometer Bali. Kalau di pusat saja banyak yang belum dapat, bagaimana daerah pinggiran? Program nasional seperti MBG harus hadir nyata, bukan sekadar wacana,” tambahnya.

    Lebih jauh, Agung Aryawan juga mendesak DPR dan DPD RI untuk ikut bersuara lantang memperjuangkan hak anak-anak sekolah di Bali agar pelaksanaan MBG dapat berjalan maksimal di seluruh wilayah. Ia menegaskan bahwa anggaran besar negara untuk MBG bukan hanya penting bagi gizi pelajar, tetapi juga bagi perputaran ekonomi masyarakat Bali.

    “Para DPR dan DPD RI mesti bicara dan memperjuangkan hak anak-anak sekolah Bali. Jangan hanya tampil berkokok di kandang sendiri lalu selfie di Lift Kelingking. Tugas wakil rakyat itu berjuang di Senayan, bukan sekadar pamer foto,” kritiknya.

    Agung berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar program MBG benar-benar hadir untuk semua pelajar, bukan hanya sebagian kecil penerima. “Masyarakat butuh kepastian, bukan janji ‘nanti’. Kalau memang MBG untuk rakyat, maka rakyat harus benar-benar menerimanya,” tutupnya. ama/ksm

  • Program Bansos THR 2 Juta di Badung Dinilai Kurang Tepat Sasaran, Butuh Verifikasi Lebih Ketat

    Program Bansos THR 2 Juta di Badung Dinilai Kurang Tepat Sasaran, Butuh Verifikasi Lebih Ketat

    PancarPOS, Denpasar | Program bantuan sosial (bansos) berupa Tunjangan Hari Raya (THR) Rp2 juta per Kepala Keluarga (KK) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Badung menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan kembali menuai sorotan tajam. Tokoh pemuda Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, menilai kebijakan tersebut memang berangkat dari niat baik pemerintah untuk membantu masyarakat, namun di lapangan berpotensi memperkuat kesenjangan sosial.

    “Program ini bagus secara niat, tapi jika penerima tidak diverifikasi dengan ketat, justru bisa membuat yang sudah kaya makin kaya. Banyak masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal, seperti buruh, petani, dan pedagang kecil, justru harus mendapat lebih banyak bantuan seperti ini,” tegas Agung Aryawan saat dihubungi,  pada Kamis (13/11/2025).

    Ia menilai, Pemkab Badung perlu memastikan agar bansos sebesar Rp2 juta per KK benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, bukan mereka yang sudah memiliki pendapatan mapan atau aset ekonomi yang kuat. “Kalau kriterianya penghasilan maksimal Rp5 juta per bulan, perlu ada validasi faktual, bukan sekadar data administratif. Karena di Badung, banyak warga berpenghasilan tinggi tapi masih tercatat berpenghasilan menengah,” tambahnya.

    Berdasarkan data Disdukcapil Kabupaten Badung Semester II Tahun 2024, jumlah penduduk Badung tercatat sebanyak 537.739 jiwa dengan 141.287 KK, atau rata-rata 3,81 jiwa per KK. Dari jumlah tersebut, Pemkab Badung menargetkan sekitar 83.000 KK penerima manfaat dengan kriteria penghasilan maksimal Rp5 juta per bulan. Artinya, sekitar 59 persen dari total KK di Badung menjadi penerima bantuan.

    Namun, Agung Aryawan mengingatkan bahwa besarnya cakupan tersebut tidak otomatis menjamin keadilan distribusi. “Jumlahnya memang besar, tapi kalau mekanisme seleksi tidak transparan, ada risiko salah sasaran. Ada warga yang punya rumah dua lantai dan mobil alpard masih bisa terima, sedangkan pekerja harian lepas malah tidak,” sindirnya.

    Agung Aryawan menyebut, bantuan seperti ini memang membantu konsumsi masyarakat menjelang hari raya, tapi efeknya jangka pendek. “Kalau mau menjaga daya beli dan kesejahteraan jangka panjang, harus disertai kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan sekadar transfer tunai. Pemerintah bisa bantu lewat pelatihan, modal usaha kecil, atau akses ke pasar digital,” jelasnya.

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal serta membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya keagamaan. Penyaluran tahap kedua dilakukan secara simbolis di dua titik, yakni Lapangan Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, dan Wantilan Obyek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, pada Senin (10/11/2025).

    Agung Aryawan menegaskan, kritik yang ia sampaikan bukan untuk menolak program bantuan, melainkan untuk memperbaikinya. “Saya sangat menghargai kepedulian Pemkab Badung. Tapi ke depan, mari pastikan setiap rupiah uang rakyat benar-benar menyentuh yang paling membutuhkan. Karena keadilan sosial itu bukan soal berapa besar bantuannya, tapi seberapa tepat sasarannya,” pungkasnya. aka/hum/kes

  • Pensiunan Kadis Pertanian Bali Berpulang

    Pensiunan Kadis Pertanian Bali Berpulang

    JeettNews, Denpasar | Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Sosok yang dikenal bersahaja, cerdas, dan penuh dedikasi di bidang pertanian, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si, dikabarkan berpulang. Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali ini menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan karena sakit.

    Kepergian pria yang akrab disapa Gus Wisnu inimeninggalkan duka mendalam di kalangan keluarga besar Pemprov Bali, rekan sejawat, dan masyarakat pertanian yang pernah dibimbingnya. Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai birokrat pekerja keras yang berkomitmen tinggi dalam memajukan sektor pertanian lokal, terutama dalam memperjuangkan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal Bali.

    Di masa kepemimpinannya, banyak terobosan yang dilakukan untuk mendorong petani agar berdaya saing di era modern tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi agraris. Sosoknya juga dikenal humanis dan dekat dengan para staf serta pelaku usaha pertanian rakyat.

    Ungkapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari PT Jeettnews Mega Network, yang menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya almarhum. Doa terbaik dipanjatkan agar arwah beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

    Rangkaian karya pelebon sawa preteka untuk almarhum dilaksanakan di Griya Gede Jumpung, Banjar Lebah, Timpag, Tabanan, dimulai sejak 10 November 2025 hingga 17 November 2025 (Purnama Kalima).

    Adapun susunan utama upacara antara lain:

    10 November 2025: Nanceb Sola lan Genah Nagtegan serta manik galih di Griya Gede Jumpung.

    14 November 2025: Negtegan manik galih lan nyiramin di Ratu Pedanda Putu Kirta Kenten, dilanjutkan dengan Ngaskara lan Pengajian Saji.

    16 November 2025: Rangkaian mepelukatan, nyekah, dan penyucian rohani di Griya Gede Jumpung.

    17 November 2025 (Purnama Kalima): Upacara utama pelebon dimulai sejak pagi dengan prosesi melaspas iren-irenan, mapepada, hingga nganyut di sore hari, sebagai simbol pelepasan jasad suci menuju penyatuan dengan Sang Pencipta.

    Prosesi suci ini akan dipuput oleh Ratu Pedanda Putu Kirta Kenten dan Ratu Pedande Nabe, disertai iringan Gong Gede, Angklung Telaga Tunjung, Beleganjur, dan Barong Bengkel.

    Kepergian Gus Wisnu bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Bali yang kehilangan salah satu putra terbaiknya. Pengabdiannya di bidang pertanian dan pangan akan tetap menjadi warisan berharga bagi generasi penerus.

    Kini, Gus Wisnu pergi meninggalkan jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu. Bali kehilangan salah satu putra terbaiknya, seorang tokoh yang menanamkan nilai kejujuran, ketulusan, dan semangat membangun dari tanah sendiri. aka/ker

  • XLSMART Tumbuh Double Digit di Q3 2025, Laba Bersih  Melesat 288% YoY Jadi Rp 1,15 Triliun

    XLSMART Tumbuh Double Digit di Q3 2025, Laba Bersih  Melesat 288% YoY Jadi Rp 1,15 Triliun

    JeettNews, Denpasar | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) kembali menunjukkan performa cemerlang di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat. Dalam laporan kinerja kuartal ketiga (Q3) tahun 2025, perusahaan hasil konsolidasi pasca merger ini sukses mencatat pertumbuhan double digit di berbagai lini bisnisnya, sekaligus membuktikan efektivitas strategi integrasi dan sinergi pasca penggabungan.

    Selama periode Juli hingga September 2025, XLSMART berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 11,47 triliun, melonjak 38% year-on-year (YoY) dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Kinerja operasional yang kuat juga tercermin dari pertumbuhan EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) sebesar 24% YoY menjadi Rp 5,40 triliun, dengan margin 47%. Sementara laba bersih setelah dinormalisasi (Normalized PAT) mencatat lonjakan fantastis 288% YoY menjadi Rp 1,15 triliun.

    Dari total pendapatan, kontribusi layanan data dan digital mendominasi lebih dari 89,7%, menegaskan posisi XLSMART sebagai pemain utama di sektor layanan berbasis digital. Secara kumulatif, pendapatan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 tercatat mencapai Rp 30,57 triliun, menunjukkan momentum pertumbuhan yang konsisten pasca merger.

    Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa kuartal ketiga 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan integrasi kedua perusahaan. “Kuartal ketiga menandai fase penting bagi XLSMART dalam mewujudkan nilai konsolidasi dan integrasi pasca merger. Di tengah dinamika industri yang menantang, kami berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, didukung oleh momentum pasca merger yang kuat,” ujarnya.

    Rajeev menambahkan, integrasi jaringan berjalan sesuai rencana dengan percepatan penggelaran infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan yang signifikan. “Pendapatan tumbuh 38% YoY dengan EBITDA dan laba bersih yang tetap sehat meski terdapat beban integrasi satu kali. Ini menunjukkan daya tahan dan fundamental bisnis yang semakin kuat,” tegasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa XLSMART kini berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan potensi sinergi senilai USD 150–200 juta pada tahun 2025. Beberapa inisiatif strategis, seperti penyatuan pusat operasional dan pemantauan layanan terpadu, dukungan dari mitra jaringan serta optimalisasi aset menara, telah menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

    Hingga akhir September 2025, jumlah pelanggan XLSMART mencapai 79,6 juta dengan ARPU blended Rp 39 ribu, naik dua digit dibandingkan kuartal sebelumnya. Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya pengalaman pelanggan akibat integrasi jaringan yang efektif.

    Dari sisi operasional, XLSMART memang mencatat peningkatan biaya sebagai konsekuensi dari proses integrasi dan perluasan aktivitas bisnis. Namun, efisiensi tetap dijaga melalui pengendalian biaya iklan dan promosi. Biaya infrastruktur, interkoneksi, serta beban regulasi meningkat seiring skala operasi yang lebih besar, tetapi semuanya terkendali dalam kerangka transformasi jangka panjang.

    Tiga pilar bisnis utama — Mobile, Enterprise, dan Home — menjadi motor utama pertumbuhan. Pada segmen mobile, XLSMART memperkuat posisi melalui tiga merek besar: XL, AXIS, dan Smartfren, dengan simplifikasi paket perdana serta penawaran produk yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar. Interaksi digital pelanggan meningkat pesat, dengan 39,1 juta pengguna aktif aplikasi myXL, AXISNet, dan mySmartfren, tumbuh 21% YoY.

    Untuk segmen enterprise, XLSMART for Business menghadirkan solusi komprehensif berbasis connectivity, ICT, IoT, cloud, keamanan siber, hingga otomasi. Peluncuran platform ESTA (Enterprise Smart Technology & Automation) pada Juli 2025 mempertegas posisi perusahaan sebagai mitra strategis digital bagi dunia usaha dan pemerintahan.

    Sementara di segmen home broadband, XL Satu memperluas pangsa pasar rumah tangga dengan hampir satu juta pelanggan. Penawaran fleksibel dengan harga terjangkau membuat layanan ini semakin digemari di segmen keluarga urban.

    Secara finansial, XLSMART menjaga neraca yang sehat dengan utang kotor Rp 22,50 triliun dan rasio net debt to EBITDA 3,27x. Tidak ada pinjaman berdenominasi dolar AS, dan 84% pinjaman menggunakan suku bunga mengambang. Free Cash Flow (FCF) meningkat 23% menjadi Rp 9,41 triliun, menunjukkan likuiditas yang kuat di tengah proses integrasi besar.

    Untuk belanja modal (Capex) hingga akhir September 2025, XLSMART telah menggelontorkan Rp 4,26 triliun untuk mempercepat integrasi jaringan dan peningkatan pengalaman pelanggan.

    Hasilnya, kualitas layanan meningkat signifikan. Kecepatan unduh pelanggan XL, AXIS, dan Smartfren naik 71%, sementara cakupan populasi pengguna Smartfren tumbuh 38%. Melalui inisiatif National Roaming dan MOCN, pelanggan kini dapat menikmati jangkauan jaringan terpadu di 192 kota/area tambahan di seluruh Indonesia.

    Dengan dukungan teknologi dari ZTE dan Huawei, XLSMART kini mengoperasikan lebih dari 209 ribu BTS, naik 27% dibanding tahun sebelumnya, dengan trafik data mencapai 3.903 Petabytes, melonjak 53% YoY.

    Kinerja impresif ini mempertegas keberhasilan XLSMART dalam mentransformasi tantangan integrasi menjadi momentum pertumbuhan berkelanjutan. Dengan sinergi operasional, basis pelanggan solid, dan pijakan finansial yang kuat, XLSMART melangkah mantap menuju posisi sebagai penyedia layanan digital terintegrasi terdepan di Indonesia. ibn/aka/ker

  • Samsat Badung Tetap Diserbu Warga di Hari Raya Sugihan, Antusiasme Bayar Pajak Tak Surut!

    Samsat Badung Tetap Diserbu Warga di Hari Raya Sugihan, Antusiasme Bayar Pajak Tak Surut!

    JeettNews, Badung | Di tengah suasana sakral Hari Raya Sugihan, ribuan warga Badung justru memadati Kantor UPTD Samsat Badung untuk menunaikan kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Meskipun bertepatan dengan hari suci bagi umat Hindu di Bali, antusiasme masyarakat tak surut sedikit pun. Sejak pagi, antrean kendaraan terlihat mengular di halaman Samsat, menunjukkan tingginya kesadaran warga dalam berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pajak.

    Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., yang turun langsung memantau pelayanan, mengaku bangga atas kedisiplinan dan semangat masyarakat. “Hari ini luar biasa. Di saat banyak warga sibuk dengan persiapan upacara Sugihan, masyarakat Badung tetap datang ke Samsat untuk membayar pajak. Ini membuktikan bahwa kesadaran membayar pajak sudah menjadi bagian dari budaya dan tanggung jawab sosial masyarakat kita,” ujar Ketut Sadar dengan penuh semangat.

    Di tengah padatnya antrean, pelayanan di Samsat Badung tetap berjalan lancar dan penuh keramahan. Para wajib pajak disambut hangat oleh Duta Pajak Samsat Badung dengan senyum, sapa, dan salam. Nilai pelayanan lascarya benar-benar terasa di ruang pelayanan publik itu. Petugas melayani dengan hati, cepat, dan transparan, menciptakan suasana nyaman meskipun antrian cukup ramai. “Kami berkomitmen memberi pelayanan terbaik, karena bagi kami setiap wajib pajak adalah mitra pembangunan, bukan sekadar angka dalam laporan,” tegas Ketut Sadar.

    Kinerja UPTD Samsat Badung sendiri memang menjadi sorotan positif. Berdasarkan data, jumlah kendaraan bermotor terdaftar di Kabupaten Badung kini menembus lebih dari 1,04 juta unit pada tahun 2023. Sementara itu, capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) triwulan III tahun 2025 mencapai 94,24 poin atau kategori “sangat baik”, menjadikan Samsat Badung sebagai salah satu unit pelayanan publik terbaik di Bali.

    Kesuksesan itu tidak lepas dari deretan inovasi cemerlang yang terus dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah Samsat Keliling, yang menjangkau warga hingga pelosok desa; Samsat Kerti, layanan jemput bola menggunakan sepeda motor yang langsung datang ke rumah wajib pajak; serta Samsat LPD Berbudaya, yang memudahkan pembayaran pajak melalui jaringan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di wilayah adat. Inovasi lain seperti layanan drive-thru, Samsat Corner di pusat perbelanjaan, serta unit pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas juga menjadi bukti nyata keseriusan Samsat Badung menghadirkan pelayanan publik yang modern, cepat, dan humanis.

    “Semua inovasi ini kami jalankan agar masyarakat punya banyak pilihan. Kami ingin mematahkan stigma bahwa bayar pajak itu rumit. Sekarang justru mudah, cepat, dan bisa dilakukan di mana saja,” jelas Ketut Sadar.

    Sementara itu, sejumlah wajib pajak yang ditemui di lokasi mengaku puas dengan pelayanan Samsat Badung. Salah seorang warga asal Mengwi menuturkan, proses pembayaran pajaknya hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. “Petugasnya ramah, informasinya jelas, suasananya nyaman. Bahkan hari ini pas Sugihan pun tetap ramai, tapi nggak lama nunggunya,” ujarnya dengan senyum puas.

    Dengan semangat pelayanan prima dan dedikasi tinggi dari seluruh pegawai, UPTD Samsat Badung kembali membuktikan diri sebagai simbol pelayanan publik berkelas di Bali. Momentum Hari Raya Sugihan ini menjadi pengingat bahwa taat pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud bhakti nyata kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat luas.

    “Setiap rupiah pajak yang dibayarkan, akan kembali untuk membangun Bali yang lebih baik. Itulah makna sejati dari pelayanan lascarya—melayani dengan tulus, demi kemajuan bersama,” tutup I Ketut Sadar penuh keyakinan. aka/ker/lok

  • Sungai Disulap Jadi Lahan Proyek, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata!

    Sungai Disulap Jadi Lahan Proyek, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata!

    JeettNews, Denpasar | Dugaan penutupan aliran sungai oleh proyek pembangunan di kawasan Teuku Umar Barat, Denpasar, memicu keprihatinan masyarakat. Proyek yang berlokasi tepat di sebelah restoran Mie 88 itu diduga menimbun area sempadan sungai tanpa kejelasan izin resmi dari pihak berwenang.

    Seorang warga yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut mengaku heran melihat aktivitas proyek yang tampak menutup aliran air. Ia khawatir jika kondisi itu dibiarkan, dapat menyebabkan banjir atau kerusakan lingkungan di kemudian hari. “Saya hanya ingin menyampaikan informasi ini agar ada perhatian dari pihak berwenang, karena banyak kasus banjir akhir-akhir ini akibat penutupan sungai,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, politisi dan tokoh masyarakat Gusti Bagus Eka Subagiartha (Gus Eka) turut angkat suara. Ia menilai pemerintah perlu segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah proyek tersebut telah memenuhi aturan yang berlaku. “Kalau memang ada izin, perlu dipastikan tidak menyalahi aturan tentang sempadan sungai. Tapi kalau tidak ada, maka aparat wajib bertindak tegas,” tegas Gus Eka belum lama ini.

    Ia mengingatkan bahwa penggunaan sepadan sungai untuk kepentingan pribadi sama saja mengabaikan kepentingan publik. “Kita tidak bisa main-main dengan lingkungan. Penutupan aliran sungai bisa berdampak luas bagi masyarakat, terutama di wilayah padat seperti Denpasar Barat,” tambahnya.

    Gus Eka juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap aktivitas proyek yang mencurigakan. “Kepedulian warga adalah benteng pertama menjaga tata ruang kota. Jangan sampai ada pembiaran terhadap pelanggaran yang bisa berujung pada bencana,” tutupnya. Sayangnya sampai berita ini diturunkan pemilik proyek belum bisa dikonfirmasi. aka/ker

  • Sekda Dewa Indra Kobarkan Semangat HKN, Tenaga Kesehatan Bali Siap Hadapi Ancaman Penyakit Baru

    Sekda Dewa Indra Kobarkan Semangat HKN, Tenaga Kesehatan Bali Siap Hadapi Ancaman Penyakit Baru

    JeettNews, Denpasar | Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengajak seluruh insan kesehatan untuk terus mengasah pengetahuan, memperkaya pengalaman, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tantangan baru di dunia kesehatan yang semakin dinamis. Pesan tegas itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Rabu (12/11/2025).

    Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan di berbagai lini, baik yang bergerak di bidang preventif, promotif, maupun kuratif. Ia menilai, para tenaga kesehatan merupakan garda terdepan yang telah berkontribusi besar menjaga kualitas kesehatan masyarakat Bali.

    “Baik yang bertugas di bidang preventif, promotif, maupun kuratif, serta bagian lain yang terkait dengan sektor kesehatan, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra di hadapan ratusan peserta upacara.

    Lebih lanjut, Dewa Indra mengingatkan bahwa Bali pernah melalui masa penuh ujian di bidang kesehatan, terutama ketika pandemi Covid-19 melanda. Sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali saat itu, ia menyaksikan langsung perjuangan luar biasa para tenaga kesehatan yang bekerja tanpa kenal lelah di tengah keterbatasan informasi dan sarana.

    “Saya tahu, sebagian yang hadir di sini turut memberikan kontribusi besar dalam penanganan Covid-19. Kita semua belajar menghadapi penyakit baru dengan pengalaman yang sangat minim. Itu masa yang sangat berat, namun penuh pelajaran berharga,” kenangnya.

    Dewa Indra menegaskan bahwa pengalaman menghadapi pandemi merupakan modal berharga bagi dunia kesehatan Bali. Ia meyakini, penyakit serupa bisa saja muncul kembali di masa depan, sehingga pengalaman masa lalu harus dijadikan pembelajaran penting untuk memperkuat sistem kesehatan daerah.

    “Penyakit seperti ini memiliki siklus. Pengalaman kita menghadapi pandemi adalah bekal penting. Kita harus siap jika suatu saat menghadapi situasi serupa,” ujarnya tegas.

    Ia juga menyoroti bahwa dunia kesehatan merupakan sektor yang terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketika satu penyakit berhasil ditangani, selalu muncul tantangan baru yang belum diketahui cara penanganannya.

    “Ketika satu penyakit sudah bisa dipetakan dan dibuat road map-nya, pada saat yang sama bisa muncul penyakit baru yang belum kita pahami. Karena itu, seluruh institusi kesehatan harus terus mengasah kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman. Ini modal utama untuk menghadapi dinamika kesehatan di masa depan,” tandasnya.

    Menutup sambutannya, Sekda Dewa Indra mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan peringatan HKN sebagai momentum refleksi dan introspeksi diri. Ia berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi demi terwujudnya masyarakat Bali yang sehat dan tangguh.

    “Mari kita jadikan HKN sebagai momen refleksi, melihat kembali apa yang sudah kita lakukan dan apa yang harus kita perbaiki agar siap menghadapi berbagai dinamika kesehatan ke depan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, menyampaikan bahwa HKN ke-61 tahun ini mengusung tema ‘Generasi Sehat, Masa Depan Hebat’. Tema ini, kata dia, mengandung makna bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah membangun generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.

    “Generasi yang sehat adalah fondasi utama masa depan bangsa. Karena itu, Dinas Kesehatan terus berkomitmen menjalankan berbagai program prioritas yang mendukung terciptanya masyarakat sehat dan bahagia,” terang dr. Anom.

    Beberapa program strategis yang saat ini tengah digarap Dinas Kesehatan Provinsi Bali antara lain penyusunan buku panduan hidup sehat dan bahagia, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan berprestasi, serta program satu desa satu klinik sebagai langkah memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

    Sebagai penutup acara, Sekda Dewa Indra berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar dalam rangkaian peringatan HKN ke-61. Momentum tersebut menjadi wujud apresiasi sekaligus dorongan moral bagi seluruh insan kesehatan Bali agar terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. hum/aka