JeettNews, Denpasar | Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jalan WR Supratman, Denpasar, sebuah pemandangan tak biasa mendadak menyita perhatian publik. Tepat di depan RSU Puri Raharja, berdiri megah pohon Natal raksasa setinggi 7,5 meter, berhiaskan lampu warna-warni dan ornamen khas Natal yang menyala terang, menjelma lentera toleransi di ruang publik Bali.
Keberadaan pohon Natal jumbo itu sontak mengundang decak kagum para pengguna jalan. Tak sedikit pengendara memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut. Dari kejauhan, suasana di depan rumah sakit itu menyerupai halaman sebuah gereja besar yang tengah bersolek menyambut hari suci Natal.
Dari pantauan menunjukkan, pohon Natal tersebut berdiri tepat di pinggir jalan utama, menjadikannya mudah terlihat oleh siapa pun yang melintas. Cahaya lampu yang tertata rapi memantul di tengah kesibukan kota, menciptakan nuansa hangat dan damai, kontras dengan denyut Denpasar yang nyaris tak pernah berhenti.
Direktur Utama RSU Puri Raharja, dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.Repro., saat dikonfirmasi Minggu (14/12/2025), membenarkan bahwa pohon Natal setinggi 7,5 meter itu merupakan inisiatif internal rumah sakit. Ia menegaskan, pohon Natal tersebut bukan sekadar dekorasi musiman, melainkan pernyataan sikap institusi terhadap nilai kebhinekaan dan toleransi beragama.
“Benar, pohon Natal ini kami bangun sendiri. Bahkan saya yang merancang dan ikut mendirikannya bersama staf,” ujar Dokter Bagus, sapaan akrabnya. Ia juga dikenal pernah menjabat sebagai Direktur Utama RS Bali Mandara pada 3 Juli 2018.
Menurutnya, RSU Puri Raharja memandang toleransi bukan sebagai slogan kosong, melainkan nilai yang harus dihadirkan secara nyata dalam keseharian. Bali, dengan spirit toleransinya yang kuat, menjadi ruang ideal untuk merawat perbedaan sebagai kekayaan, bukan sumber konflik.
“Kami sangat menghargai kebhinekaan dan toleransi. Semua hari besar keagamaan di Indonesia, ketika momen hari raya tiba, kami merasa harus melakukan sesuatu. Bali adalah pulau toleransi. Spirit ini harus terus dihidupkan, bahkan dari hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele, tetapi sesungguhnya bermakna besar,” tegasnya.
Untuk perayaan Natal tahun ini, proses perancangan pohon Natal dilakukan secara serius. Bagus Darmayasa bersama tim menyiapkan konsep hingga detail ornamen dengan cermat. Bahkan, sejumlah pernak-pernik Natal harus didatangkan khusus dari Jakarta karena tidak tersedia di Bali.
“Banyak ornamen Natal yang kami pesan dari Jakarta. Di Bali tidak ada stoknya. Tapi kami ingin Natal ini benar-benar terasa, bukan hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi siapa pun yang datang dan melintas di Puri Raharja,” ungkapnya.
Dalam tradisi Kristen, pohon Natal melambangkan kasih, sukacita, dan kedamaian. Nilai-nilai itulah yang ingin disampaikan RSU Puri Raharja kepada seluruh lapisan masyarakat. Bagi Bagus Darmayasa, pesan Natal tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi energi moral yang menyejukkan kehidupan bersama.
“Di saat umat Kristiani merayakan Natal, mereka merayakan kasih, sukacita, dan damai sejahtera. Pesan ini harus menggema, tidak hanya di kalangan umat Kristen, tetapi kepada umat manusia secara umum, dan secara khusus kepada seluruh pegawai serta pasien di RS Puri Raharja,” jelasnya.
Komitmen toleransi tersebut, lanjutnya, tidak berhenti pada perayaan Natal semata. Setiap hari besar keagamaan, RSU Puri Raharja selalu melakukan penataan dan penyesuaian sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat beragama.
“Setiap hari raya apa pun, kami menata rumah sakit untuk menghormati hari suci umat. Galungan, Idul Fitri, Imlek, dan hari besar lainnya selalu kami sambut dengan penuh hormat,” katanya.
Baginya, perbedaan keyakinan justru memperkaya kehidupan sosial. Di ruang pelayanan kesehatan yang sarat nilai kemanusiaan, toleransi bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. “Berbeda itu justru membuat hidup lebih indah. Itulah semangat kami di RS Puri Raharja,” pungkas Dokter Bagus. aka/ker

Tinggalkan Balasan