RSUD Tabanan Siaga Total Sambut Nyepi, Tim Medis Berlapis Disiapkan, Layanan Kesehatan Tetap Jalan Tanpa Henti

JeettNews, Tabanan | Di tengah dua momentum keagamaan besar yang datang hampir bersamaan pada Maret 2026, RSUD Tabanan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan tanpa kompromi. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tabanan itu menegaskan kesiapan penuh menghadapi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada 21–22 Maret 2026.

Kesiapan tersebut disampaikan langsung Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, saat menerima kunjungan lapangan pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan pada Senin (16/3/2026) di ruang rapat lantai 2 RSUD Tabanan.

Kunjungan ini menjadi forum koordinasi sekaligus evaluasi kesiapan pelayanan kesehatan menjelang dua hari raya besar yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat serta kebutuhan layanan medis.

Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sistem pelayanan kesehatan secara maksimal agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis yang cepat, aman, dan profesional, bahkan di tengah suasana hari raya yang biasanya diikuti pembatasan aktivitas.

“Untuk persiapan menghadapi Hari Raya Nyepi maupun Idul Fitri, RSUD Tabanan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal. Unit Gawat Darurat tetap beroperasi penuh selama 24 jam,” tegas dr. Sudiarta.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, RSUD Tabanan menerapkan sistem kesiapsiagaan berlapis untuk memastikan seluruh kebutuhan medis masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penguatan tenaga medis melalui sistem tim cadangan atau on-call yang siap diaktifkan kapan saja apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.

Tidak hanya tim medis yang bertugas pada shift reguler, rumah sakit juga menyiapkan tim cadangan dengan jumlah hampir setara dengan tim pelayanan utama.

“Selain tenaga medis yang bertugas seperti biasa, kami juga menyiapkan satu tim cadangan yang siap dipanggil sewaktu-waktu apabila terjadi penumpukan pasien atau kasus emergency,” jelasnya.

Sistem ini dirancang untuk memastikan RSUD Tabanan mampu merespons dengan cepat apabila terjadi lonjakan pasien di Unit Gawat Darurat.

Koordinasi internal rumah sakit juga diperkuat melalui peran kepala jaga, Medical Officer on Duty (MOD), serta tim supervisi yang secara intensif memantau situasi pelayanan di lapangan.

Apabila terjadi peningkatan kasus darurat, tim cadangan akan segera diaktifkan untuk memperkuat pelayanan medis.

“Jika ada laporan dari kepala jaga atau tim supervisi mengenai peningkatan kasus di UGD, maka tim on-call langsung kami panggil untuk membantu pelayanan,” jelas dr. Sudiarta.

Ia menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pelayanan kesehatan selama masa hari raya.

Selain kesiapan tenaga medis, RSUD Tabanan juga memastikan ketersediaan obat-obatan untuk kebutuhan pasien tetap terjaga.

Direktur RSUD Tabanan mengakui bahwa beberapa jenis obat sebelumnya sempat mengalami keterbatasan, namun saat ini sebagian besar sudah kembali tersedia di rumah sakit.

“Ketersediaan obat yang sebelumnya sempat langka kini sudah tersedia kembali di rumah sakit, walaupun masih dalam jumlah terbatas. Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, manajemen RSUD Tabanan berkomitmen menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pelayanan kesehatan.

Karena itu, seluruh layanan yang bersifat darurat maupun penting tetap dipastikan berjalan selama masa hari raya.

“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah prioritas utama kami. Baik pelayanan emergency maupun pelayanan lainnya akan tetap kami berikan dengan maksimal,” tegasnya.

Menghadapi Hari Raya Nyepi yang identik dengan pembatasan aktivitas masyarakat, RSUD Tabanan juga telah melakukan koordinasi dengan desa adat untuk memastikan mobilitas tenaga medis tetap dapat dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.

Koordinasi ini penting mengingat selama pelaksanaan Nyepi, aktivitas di luar rumah sangat dibatasi oleh pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Namun untuk kepentingan pelayanan kesehatan, RSUD Tabanan telah menyiapkan mekanisme khusus agar tenaga medis tetap dapat menjangkau rumah sakit dengan cepat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan desa adat. Jika tenaga medis yang bertugas on-call harus dipanggil saat Nyepi, maka akan dijemput menggunakan ambulans,” jelas dr. Sudiarta.

Langkah ini memastikan pelayanan medis tetap berjalan meskipun masyarakat menjalankan tradisi Nyepi yang penuh ketenangan dan pembatasan aktivitas.

RSUD Tabanan juga menyiapkan armada ambulans yang siap beroperasi selama 24 jam untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Saat ini rumah sakit memiliki dua unit ambulans medis yang dilengkapi fasilitas penanganan pasien serta beberapa ambulans transportasi yang siap digunakan kapan saja.

“Ambulans medis kami ada dua unit, kemudian ambulans transportasi juga tersedia. Semuanya kami siagakan untuk mendukung pelayanan selama hari raya,” katanya.

Selain itu, ambulans jenazah juga tetap disiagakan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Untuk pelayanan jenazah selama Hari Raya Nyepi, RSUD Tabanan telah menyiapkan mekanisme khusus agar proses penanganan tetap berjalan sesuai dengan kondisi hari raya.

Apabila terdapat pasien yang meninggal dunia selama Nyepi, jenazah akan tetap ditangani di rumah sakit hingga aktivitas masyarakat kembali normal.

“Jika ada pasien yang meninggal dunia saat Nyepi, maka jenazah akan tetap kami tangani di rumah sakit hingga hari raya selesai,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Sudiarta juga menjelaskan bahwa pelayanan poli klinik akan mengalami penyesuaian jadwal selama periode hari raya.

Pelayanan poli klinik akan ditutup sementara mulai 18 hingga 21 Maret 2026.

Namun demikian, layanan-layanan yang bersifat vital tetap berjalan seperti biasa.

“Pelayanan poli klinik memang tutup sementara mulai tanggal 18 sampai 21 Maret. Tetapi pelayanan darurat tetap berjalan seperti biasa,” katanya.

Salah satu layanan penting yang tetap beroperasi adalah layanan hemodialisa bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

Menurut dr. Sudiarta, layanan tersebut tidak dapat dihentikan karena menyangkut kebutuhan medis yang bersifat vital bagi pasien.

“Pelayanan hemodialisa tetap berjalan seperti biasa karena pasien memang membutuhkan layanan tersebut secara rutin,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh tim RSUD Tabanan telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi dua momentum hari raya besar yang berlangsung hampir berdekatan.

“Kami memastikan seluruh tim rumah sakit sudah siap menghadapi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 maupun Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gede Oka Winaya, S.E., memberikan apresiasi terhadap kesiapan RSUD Tabanan dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun.

Ia menilai langkah-langkah yang dilakukan manajemen RSUD Tabanan menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional.

“Kami melihat kesiapan RSUD Tabanan sangat baik. Tenaga medis disiapkan, sistem pelayanan darurat berjalan, ambulans juga siaga. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, DPRD Kabupaten Tabanan berkepentingan memastikan seluruh fasilitas kesehatan di daerah mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Karena itu, kunjungan lapangan seperti ini penting dilakukan untuk melihat langsung kesiapan fasilitas kesehatan di lapangan.

“Kunjungan ini bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, terutama saat hari raya,” katanya.

Menurut Oka Winaya, RSUD Tabanan memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Kabupaten Tabanan.

Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus terus menjadi prioritas bagi pemerintah daerah.

Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Tabanan yang telah menjalin koordinasi dengan desa adat guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama Hari Raya Nyepi.

“Koordinasi dengan desa adat sangat penting agar pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun aktivitas masyarakat dibatasi saat Nyepi,” jelasnya.

Di akhir kunjungan tersebut, Oka Winaya juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Nyepi maupun Hari Raya Idul Fitri.

“Atas nama pribadi dan sebagai anggota DPRD Kabupaten Tabanan, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu dan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi umat Muslim,” ujarnya.

Ia berharap momentum hari raya dapat memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat Bali yang plural.

“Semoga perayaan hari raya ini membawa kedamaian, kebahagiaan, serta memperkuat persaudaraan dan keharmonisan kita semua,” tutupnya.

Dengan kesiapan tenaga medis berlapis, dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, serta koordinasi lintas lembaga yang solid, RSUD Tabanan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, bahkan di tengah suasana hari raya sekalipun. tim/jet

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *